Langsung ke konten
Hadis dengan penjelasan

Peperangan dan pasukan utusan Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-

25 hadis

Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- pernah mengirimkan ekspedisi perang ke negeri Najed. Maka Ibnu Umar pun keluar untuk bergabung dengan ekspedisi tersebut.

عن عبد الله بن عمر رضي الله عنهما قال: «بعث رسولُ الله صلى الله عليه وسلم سَرِيَّةً إلَى نَجْدٍ فخرجَت فِيهَا، فَأَصَبْنَا إبِلاً وَغَنَماً، فبلغتْ سُهْمَانُنَا اثْنَيْ عَشَرَ بَعِيراً، وَنَفَّلَنَا رَسُولُ الله صلى الله عليه وسلم بَعِيراً بَعِيراً».
Dari Abdullah bin Umar -raḍiyallāhu 'anhumā- ia berkata, "Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- pernah mengirimkan ekspedisi perang ke negeri Najed. Maka aku pun keluar untuk bergabung dengannya. Kami berhasil mendapatkan ganimah unta dan kambing. Bagian ganimah kami (masing-masing) mencapai dua belas unta dan Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- masih menambah lagi masing-masing satu ekor unta."
Muttafaq 'alaihDerajatHadis sahih
Penjelasan

Abdullah bin Umar -raḍiyallāhu 'anhumā- mengabarkan bahwa Nabi - ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- pernah mengutus mereka (para sahabat) dalam suatu ekspedisi perang ke negeri Najed. Mereka mendapatkan ganimah yang banyak terdiri dari unta dan kambing. Setiap sahabat memperoleh dua belas unta, dan beliau memberikan tambahan atas bagian ganimah mereka berupa satu ekor unta untuk setiap orang.

Rujukan

عمدة الأحكام من كلام خير الأنام صلى الله عليه وسلم، لعبد الغني المقدسي، دراسة وتحقيق: محمود الأرناؤوط، مراجعة وتقديم: عبد القادر الأرناؤوط، ط2، دار الثقافة العربية، دمشق، بيروت، مؤسسة قرطبة، 1408هـ. صحيح البخاري، تحقيق: محمد زهير بن ناصر الناصر، ط1، دار طوق النجاة (مصورة عن السلطانية بإضافة ترقيم: محمد فؤاد عبد الباقي)، 1422هـ. صحيح مسلم، تحقيق: محمد فؤاد عبد الباقي، دار إحياء التراث العربي، بيروت، 1423هـ. تأسيس الأحكام، للنجمي، ط2، دار علماء السلف، 1414هـ. تيسير العلام شرح عمدة الأحكام، للبسام، حققه وعلق عليه وخرج أحاديثه وصنع فهارسه: محمد صبحي بن حسن حلاق، ط10، مكتبة الصحابة، الإمارات - مكتبة التابعين، القاهرة، 1426هـ.

Hadis ini di HadeethEnc.com

Aku menawarkan diri kepada Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- (untuk ikut) dalam perang Badar, saat itu usiaku empat belas tahun, akan tetapi beliau tidak membolehkanku.

عن عبد الله بن عمر رضي الله عنهما قال: «عُرِضْتُ عَلَى رَسُولِ الله صلى الله عليه وسلم يوم أُحُدٍ، وَأَنَا ابْنُ أَرْبَعَ عَشْرَةَ؛ فَلَمْ يُجِزْنِي، وعرضت عليه يوم الخندق، وأنا ابنُ خَمْسَ عَشْرَةَ فَأَجَازَنِي».
Dari Abdullah bin Umar -raḍiyallāhu 'anhu-, ia berkata, "Aku menawarkan diri kepada Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- (untuk ikut) dalam perang Badar, saat itu usiaku empat belas tahun, akan tetapi beliau tidak membolehkanku."
Muttafaq 'alaihDerajatHadis sahih
Penjelasan

Abdullah bin Umar -raḍiyallāhu 'anhu- mengabarkan bahwa ia menawarkan diri untuk berangkat perang kepada Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- sebagai bentuk pengajuan prajurit kepada panglimanya- dalam perang Badar. Ini terjadi pada tahun ketiga hijriah dan umurnya empat belas tahun. Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- menolaknya untuk pergi berperang karena umurnya masih kecil. Selanjutnya ia mengajukan diri di perang Khandaq pada tahun kelima hijriah dan usianya sudah lima belas tahun. Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- membolehkannya untuk ikut berperang. Barangkali perang Uhud terjadi saat umurnya awal empat belas tahun, dan pada perang Khandaq umurnya akhir lima belas tahun.

Rujukan

- صحيح البخاري، محمد بن إسماعيل البخاري الجعفي، تحقيق: محمد زهير الناصر، دار طوق النجاة (مصورة عن السلطانية بإضافة ترقيم: محمد فؤاد عبد الباقي)، الطبعة: الأولى 1422هـ. - صحيح مسلم، مسلم بن الحجاج القشيري النيسابوري، تحقيق محمد فؤاد عبد الباقي، دار إحياء التراث العربي، بيروت، الطبعة: 1423هـ. - تيسير العلام شرح عمدة الأحكام، عبد الله بن عبد الرحمن البسام، تحقيق: محمد صبحي حلاق، مكتبة الصحابة، الإمارات، مكتبة التابعين، القاهرة، الطبعة: العاشرة 1426هـ. - تأسيس الأحكام، أحمد بن يحيى النجمي، دار المنهاج، الطبعة: 1427هـ. - مرقاة المفاتيح، علي بن سلطان القاري، دار الفكر، بيروت، لبنان، الطبعة: الأولى 1422هـ، 2002م.

Hadis ini di HadeethEnc.com

Ketika Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- dan para sahabat beliau tiba di Makkah, orang-orang musyrik mengatakan, "Sesungguhnya datang pada kalian satu kaum yang telah dibuat lemah oleh penyakit demam negeri Yaṡrib." Maka Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- menyuruh mereka berlari-lari kecil di tiga putaran pertama (tawaf) dan berjalan di antara dua rukun.

عن عبد الله بن عباس رضي الله عنهما قال: «لَمَّا قَدِم رسُول الله -صلَّى الله عليه وسلَّم- وأصحابه مكة، فقَال المُشرِكُون: إِنَّه يَقدَمُ عَلَيكُم قَومٌ وَهَنَتهُم حُمَّى يَثرِب، فَأَمَرَهُم النَّبيُّ -صلَّى الله عليه وسلَّم- أن يَرمُلُوا الأَشوَاطَ الثلاَثَة، وأن يَمشُوا ما بَين الرُّكنَين، ولم يَمنَعهُم أَن يَرمُلُوا الأَشوَاطَ كُلَّها: إلاَّ الإِبقَاءُ عَليهِم».
Dari Abdullah bin Abbas -raḍiyallāhu 'anhumā- menuturkan, "Ketika Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- dan para sahabat beliau tiba di Makkah, orang-orang musyrik mengatakan, 'Sesungguhnya datang pada kalian satu kaum yang telah dibuat lemah oleh penyakit demam negeri Yaṡrib.' Maka Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- menyuruh mereka berlari-lari kecil di tiga putaran pertama (tawaf) dan berjalan di antara dua rukun. Tidak ada yang menghalangi mereka berlari-lari kecil di semua putaran (tawaf) kecuali demi menghemat kekuatan mereka."
Muttafaq 'alaihDerajatHadis sahih
Penjelasan

Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- datang ke Makkah pada tahun 6 H untuk menunaikan umrah. Beliau ditemani banyak sahabat. Namun kaum kafir Quraisy keluar untuk memerangi dan menghadang beliau agar tidak sampai ke Baitullah. Maka terjadilah perjanjian damai di antara mereka, yang di antara butirnya berbunyi bahwa Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- dan para sahabat beliau kembali ke Madinah tahun ini dan datang lagi ke Mekkah tahun berikutnya untuk menunaikan umrah, serta tinggal di Mekkah selama tiga hari. Maka pada tahun ke 7 H, kaum Muslimin datang untuk menunaikan umrah qaḍā` (ganti). Orang-orang musyrik pun saling bicara di antara mereka -dengan maksud mengejek dan menghina-, "Sesungguhnya akan datang pada kalian satu kaum yang telah dibuat lelah dan lemah oleh penyakit demam Yaṡrib." Ketika ucapan mereka ini sampai pada Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, beliau ingin membalas ucapan mereka ini sekaligus membuat mereka dongkol. Beliau memerintahkan para sahabat berjalan cepat (lari-lari kecil), kecuali di antara Rukun Yamani dan Rukun tempat Hajar Aswad, mereka dibolehkan berjalan biasa karena kasihan pada mereka. Saat mereka berada di antara dua rukun ini, orang-orang musyrik tidak bisa melihat mereka, karena orang-orang musyrik telah naik ke bukit Qu'aiqu'ān untuk menyaksikan kaum muslimin yang sedang tawaf. Melihat hal tersebut mereka marah, hingga mereka mengatakan, "Mereka ini tak lain kecuali seperti rusa-rusa." Lari-lari kecil ini menjadi sunah yang dianjurkan untuk dilakukan sampai saat ini ketika tawaf qudum (tawaf ketika sampai di Mekkah), untuk mengenang peristiwa yang dialami generasi pendahulu kita, meneladani mereka dalam sikap-sikap terpuji, ketabahan mereka yang luar biasa dan jasa-jasa agung yang mereka berikan untuk membela agama dan meninggikan kalimat Allah. Semoga Allah membimbing kita untuk mengikuti dan menyusuri jejak mereka. Berjalan di antara dua rukun (pojok) dan lari-lari kecil dinasakhkan, karena ketika haji Wada' beliau berlari-lari kecil mulai dari Hajar Aswad sampai ke Hajar Aswad lagi. Muslim meriwayatkan dari Jabir dan Ibnu Umar --raḍiyallāhu 'anhum- "bahwasanya Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- berlari-lari kecil dari Hajar Aswad sampai ke Hajar Aswad lagi sebanyak tiga kali (putaran) dan berjalan empat (kali putaran).

Rujukan

تيسير العلام شرح عمدة الأحكام للبسام، حققه وعلق عليه وخرج أحاديثه وصنع فهارسه: محمد صبحي بن حسن حلاق، ط10، مكتبة الصحابة، الإمارات - مكتبة التابعين، القاهرة، 1426هـ. تنبيه الأفهام شرح عمدة لأحكام لابن عثيمين، ط1، مكتبة الصحابة، الإمارات، 1426هـ. الإلمام بشرح عمدة الأحكام لإسماعيل الأنصاري، ط1، دار الفكر، دمشق، 1381هـ. صحيح البخاري، تحقيق: محمد زهير بن ناصر الناصر، ط1، دار طوق النجاة (مصورة عن السلطانية بإضافة ترقيم: محمد فؤاد عبد الباقي)، 1422هـ. صحيح مسلم، تحقيق: محمد فؤاد عبد الباقي، دار إحياء التراث العربي، بيروت.

Hadis ini di HadeethEnc.com

Seorang pria bertanya kepada Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- saat Perang Uhud, “Bagaimanakah menurut Anda jika aku terbunuh, di manakah aku?” Beliau menjawab, “Di Surga.” Maka pria itu pun membuang kurma yang ada di tangannya, lalu berperang hingga gugur terbunuh.

عن جابر بن عبد الله رضي الله عنهما قال رجل للنبي صلى الله عليه وسلم يومَ أُحُدٍ: أَرَأَيْتَ إن قُتِلْتُ فَأَيْنَ أَنَا؟ قال: «في الجَنَّةِ» فأَلْقَى تَمراتٍ كُنَّ في يَدِه، ثم قاتل حتى قُتِلَ.
Dari Jabir bin Abdillah -raḍiyallahu 'anhumā-, Seorang pria bertanya kepada Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- pada saat Perang Uhud, “Bagaimanakah menurut Anda jika aku terbunuh, di manakah aku?” Beliau menjawab, “Di Surga.” Maka pria itupun membuang kurma yang ada di tangannya, lalu berperang hingga gugur terbunuh.
Muttafaq 'alaihDerajatHadis sahih
Penjelasan

Jabir -raḍiyallāhu 'anhu- menceritakan bahwa ada seorang pria bernama Umair bin Al-Ḥumām pernah bertanya kepada Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- di Perang Uhud, “Wahai Rasulullah! Bagaimanakah menurut Anda jika aku berperang hingga terbunuh”, maksudnya: jika aku berjihad menghadapi kaum musyrikin dan terbunuh dalam perang ini, di manakah tempatku? Lalu Rasulullah menjawab, “Engkau di Surga.” Maka ia pun membuang beberapa biji kurma yang masih ada di tangannya, lalu berkata, “Sungguh ini adalah hidup yang panjang jika aku tunggu sampai kurma ini habis termakan.” Lalu ia maju dan bertempur hingga dia gugur terbunuh -raḍiyallāhu 'anhu-.

Rujukan

- رياض الصالحين من كلام سيد المرسلين؛ للإمام أبي زكريا النووي، تحقيق د. ماهر الفحل، دار ابن كثير-دمشق، الطبعة الأولى، 1428ه. - نزهة المتقين شرح رياض الصالحين؛ تأليف د. مصطفى الخِن وغيره، مؤسسة الرسالة-بيروت، الطبعة الرابعة عشر، 1407هـ. - صحيح البخاري –الجامع الصحيح-؛ للإمام أبي عبد الله محمد بن إسماعيل البخاري، عناية محمد زهير الناصر، دار طوق النجاة، الطبعة الأولى، 1422هـ. - صحيح مسلم؛ للإمام مسلم بن الحجاج، حققه ورقمه محمد فؤاد عبد الباقي، دار عالم الكتب-الرياض، الطبعة الأولى، 1417هـ - تطريز رياض الصالحين؛ تأليف فيصل آل مبارك، تحقيق د. عبد العزيز آل حمد، دار العاصمة-الرياض، الطبعة الأولى، 1423هـ. - فتح الباري لابن حجر العسقلاني، دار المعرفة، 1379.

Hadis ini di HadeethEnc.com

Demi Allah! Sungguh bila Allah memberi petunjuk pada satu orang melalui usahamu, itu lebih baik bagimu dari pada memiliki unta-unta merah

عَنْ سَهْلُ بْنُ سَعْدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَوْمَ خَيْبَرَ: «لَأُعْطِيَنَّ هَذِهِ الرَّايَةَ غَدًا رَجُلًا يَفْتَحُ اللَّهُ عَلَى يَدَيْهِ، يُحِبُّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيُحِبُّهُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ»، قَالَ: فَبَاتَ النَّاسُ يَدُوكُونَ لَيْلَتَهُمْ أَيُّهُمْ يُعْطَاهَا، فَلَمَّا أَصْبَحَ النَّاسُ غَدَوْا عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلُّهُمْ يَرْجُو أَنْ يُعْطَاهَا، فَقَالَ: «أَيْنَ عَلِيُّ بْنُ أَبِي طَالِبٍ؟» فَقِيلَ: هُوَ يَا رَسُولَ اللَّهِ يَشْتَكِي عَيْنَيْهِ، قَالَ: «فَأَرْسِلُوا إِلَيْهِ»، فَأُتِيَ بِهِ فَبَصَقَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي عَيْنَيْهِ وَدَعَا لَهُ، فَبَرَأَ حَتَّى كَأَنْ لَمْ يَكُنْ بِهِ وَجَعٌ، فَأَعْطَاهُ الرَّايَةَ، فَقَالَ عَلِيٌّ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أُقَاتِلُهُمْ حَتَّى يَكُونُوا مِثْلَنَا؟ فَقَالَ: «انْفُذْ عَلَى رِسْلِكَ حَتَّى تَنْزِلَ بِسَاحَتِهِمْ، ثُمَّ ادْعُهُمْ إِلَى الإِسْلاَمِ، وَأَخْبِرْهُمْ بِمَا يَجِبُ عَلَيْهِمْ مِنْ حَقِّ اللَّهِ فِيهِ، فَوَاللَّهِ لَأَنْ يَهْدِيَ اللَّهُ بِكَ رَجُلًا وَاحِدًا، خَيْرٌ لَكَ مِنْ أَنْ يَكُونَ لَكَ حُمْرُ النَّعَمِ».
Sahal bin Sa'ad -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda di saat perang Khaibar, "Sungguh, aku akan berikan bendera ini besok kepada seseorang yang melalui tangannya Allah memberi kemenangan; orang itu mencintai Allah dan rasul-Nya serta ia dicintai oleh Allah dan rasul-Nya." Sahal menuturkan: Di malam harinya orang-orang larut membicarakan siapakah di antara mereka yang akan diserahi bendera tersebut. Memasuki pagi hari, mereka datang menemui Rasulullah ﷺ, semua berharap diserahi bendera. Rasulullah ﷺ lalu bersabda, "Mana Ali bin Abi Ṭālib?" Dikatakan, "Dia sedang sakit mata, wahai Rasulullah!" Rasulullah ﷺ bersabda, "Kirimlah utusan kepadanya." Lantas Ali dihadirkan, lalu Rasulullah ﷺ meludahi matanya dan mendoakannya. Seketika, Ali pun sembuh hingga seperti tidak pernah sakit sebelumnya. Lalu Rasulullah ﷺ memberikan bendera kepadanya. Ali berkata, "Wahai Rasulullah! Apakah aku memerangi mereka sampai mereka menjadi seperti kita?" Rasulullah ﷺ bersabda, "Berangkatlah dengan tenang hingga engkau berada di medan mereka. Kemudian ajaklah mereka masuk Islam dan beritahukan kepada mereka tentang hak Allah yang diwajibkan pada mereka di dalamnya. Demi Allah! Sungguh bila Allah memberi petunjuk pada satu orang melalui usahamu, itu lebih baik bagimu dari pada memiliki unta-unta merah."
Muttafaq 'alaihDerajatSahih
Penjelasan

Nabi ﷺ mengabari para sahabat tentang kemenangan kaum muslimin atas orang-orang Yahudi Khaibar di keesokan harinya. Kemenangan itu akan diraih melalui tangan seseorang yang akan beliau berikan panji perang, yaitu bendera yang dijadikan simbol oleh pasukan. Di antara ciri-ciri orang tersebut adalah ia mencintai Allah dan Rasulullah serta dicintai pula oleh Allah dan Rasulullah. Pada malam tersebut, para sahabat larut membahas siapa orang yang akan diberikan panji itu karena mereka semua menginginkan kemuliaan yang besar itu. Keesokan harinya, mereka segera mendatangi Nabi ﷺ; semua mereka berharap sebagai orang yang akan mendapatkan kemuliaan itu. Lantas Nabi ﷺ menanyakan tentang Ali bin Abu Ṭālib -raḍiyallāhu 'anhu-. Dikatakan: Dia sedang sakit, ada keluhan di kedua matanya. Maka Nabi ﷺ mengirim utusan kepadanya. Lantas mereka pun menghadirkannya. Lalu beliau meludah pada mata Ali dengan air liur beliau yang mulia dan mendoakannya. Seketika Ali sembuh dari sakitnya, seakan-akan ia tidak pernah sakit sebelumnya. Lalu beliau memberinya panji perang dan memerintahkannya untuk berangkat dengan tenang sampai mendekati benteng musuh, lalu mengajak mereka masuk Islam. Jika mereka menyambutnya, maka dia lanjutkan dengan menerangkan kepada mereka kewajiban-kewajiban yang diwajibkan pada mereka. Kemudian Nabi ﷺ menerangkan kepada Ali tentang keutamaan berdakwah kepada Allah; bahwa jika seorang dai menjadi perantara petunjuk satu orang, hal itu lebih baik baginya dari memiliki unta-unta merah yang merupakan harta paling berharga bagi bangsa Arab, lalu ia menahannya ataupun menyedekahkannya.

Faedah
  1. 1- Keutamaan Ali bin Abi Ṭālib -raḍiyallāhu 'anhu- dan kesaksian Rasulullah ﷺ untuknya tentang kecintaan Allah dan Rasulullah kepadanya serta kecintaannya kepada Allah dan Rasulullah.
  2. 2- Kegigihan para sahabat terhadap kebaikan dan persaingan mereka dalam mewujudkannya.
  3. 3- Perintah memperhatikan adab ketika perang dan meninggalkan sikap gegabah dan gaduh yang tidak dibutuhkan.
  4. 4- Di antara tanda kenabian Nabi ﷺ ialah berita tentang kemenangan atas orang-orang Yahudi serta kesembuhan kedua mata Ali bin Abi Ṭālib melalui tangan beliau dengan izin Allah.
  5. 5- Tujuan utama jihad ialah agar manusia masuk ke dalam Islam.
  6. 6- Dakwah dilakukan secara bertahap. Pertama kali meminta orang kafir agar masuk Islam dengan mengucapkan dua kalimat syahadat, kemudian diajak melaksanakan kewajiban-kewajiban Islam setelah itu.
  7. 7- Keutamaan berdakwah kepada Islam serta kebaikan yang terkandung di dalamnya bagi orang yang didakwahi serta orang yang berdakwah; orang yang didakwahi bisa mendapatkan petunjuk, sedangkan orang yang berdakwah diberi pahala yang besar.
Rujukan

صحيح البخاري (5/ 134) (4210). صحيح مسلم (4/ 1872) (2406). فتح المجيد شرح كتاب التوحيد، (ص88). القول المفيد على كتاب التوحيد، (1/ 134). الملخص في شرح كتاب التوحيد، (ص57). الجديد في شرح كتاب التوحيد، (ص67). التمهيد لشرح كتاب التوحيد، (ص59).

Hadis ini di HadeethEnc.com

Wahai Rasulullah, aku hampir tidak salat Asar hingga matahari hampir terbenam." Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Demi Allah, aku pun belum melaksanakannya." Ia berkata, "Lalu kami menuju Baṭ-han (nama lembah di Madinah, red). Beliau berwudu untuk salat dan kami pun berwudu juga. Kemudian beliau salat Asar setelah matahari terbenam, setelah itu beliau melaksanakan salat Magrib."

عن جابر بن عبد الله رضي الله عنهما «أنَّ عمر بن الخَطَاب رضي الله عنه جاء يَومَ الخَندَقِ بَعدَ مَا غَرَبَت الشَّمسُ فَجَعَل يَسُبُّ كُفَّار قُرَيشٍ، وقال: يا رسول الله، مَا كِدتُّ أُصَلِّي العَصرَ حَتَّى كَادَت الشَّمسُ تَغرُبُ، فَقَال النَبِيُّ صلى الله عليه وسلم : والله مَا صَلَّيتُهَا، قال: فَقُمنَا إلَى بُطحَان، فَتَوَضَّأ للصَّلاَة، وتَوَضَأنَا لَهَا، فَصَلَّى العَصر بعد مَا غَرَبَت الشَّمسُ، ثُمَّ صَلَّى بعدَها المَغرِب».
Dari Jābir bin Abdillah -raḍiyallāhu 'anhumā- bahwa Umar bin Al-Khaṭṭāb -raḍiyallāhu 'anhu- pada perang Khandaq datang setelah matahari terbenam sambil mencela orang-orang kafir Quraisy. Ia berkata, "Wahai Rasulullah, aku hampir tidak salat Asar hingga matahari hampir terbenam." Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Demi Allah, aku pun belum melaksanakannya." Ia berkata, "Lalu kami menuju Baṭ-han (nama lembah di Madinah, red). Beliau berwudu untuk salat dan kami pun berwudu juga. Kemudian beliau salat Asar setelah matahari terbenam, setelah itu beliau melaksanakan salat Magrib."
Muttafaq 'alaihDerajatHadis sahih
Penjelasan

Umar bin Al-Khaṭṭāb -raḍiyallāhu 'anhu- datang kepada Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- pada perang Khandaq setelah matahari terbenam sambil mencela orang-orang kafir Quraisy karena mereka membuatnya lalai dari salat Asar. Ia belum melaksanakan salat Asar hingga matahari hampir terbenam. Lantas Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersumpah -dan beliau orang yang jujur- bahwa beliau pun belum melaksanakan salat sampai sekarang demi menenangkan Umar -raḍiyallāhu 'anhu- yang merasa berat hati dengan hal itu. Selanjutnya Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- berwudu dan para sahabat pun berwudu bersamanya. Setelah itu beliau melaksanakan salat Asar setelah matahari terbenam. Usai salat Asar, beliau pun melaksanakan salat Magrib.

Rujukan

الإلمام بشرح عمدة الأحكام، إسماعيل بن محمد الأنصاري، دار الفكر، دمشق، الطبعة: الأولى، 1381هـ. تيسير العلام شرح عمدة الأحكام، عبد الله بن عبد الرحمن البسام، تحقيق: محمد صبحي حلاق، مكتبة الصحابة، الإمارات، مكتبة التابعين، القاهرة، الطبعة: العاشرة، 1426هـ. تنبيه الأفهام شرح عمدة الأحكام، محمد بن صالح العثيمين، مكتبة الصحابة، الإمارات، الطبعة: الأولى، 1426هـ. عمدة الأحكام من كلام خير الأنام صلى الله عليه وسلم، لعبد الغني المقدسي، دراسة وتحقيق: محمود الأرناؤوط، مراجعة وتقديم: عبد القادر الأرناؤوط، دار الثقافة العربية، دمشق، بيروت، مؤسسة قرطبة، الطبعة: الثانية، 1408هـ. صحيح البخاري، محمد بن إسماعيل البخاري الجعفي، تحقيق: محمد زهير الناصر، دار طوق النجاة (مصورة عن السلطانية بإضافة ترقيم: محمد فؤاد عبد الباقي)، الطبعة: الأولى، 1422هـ. صحيح مسلم، مسلم بن الحجاج القشيري النيسابوري، تحقيق محمد فؤاد عبد الباقي، دار إحياء التراث العربي، بيروت، الطبعة: 1423هـ.

Hadis ini di HadeethEnc.com

Ia beramal sedikit, tapi diberi pahala banyak.

عن البراء رضي الله عنه قال: أتَى النبي صلى الله عليه وسلم رَجُلٌ مُقَنَّعٌ بالحَديد، فقال: يا رسول الله، أُقَاتِلُ أَوْ أُسْلِمُ؟ قال: «أَسْلِم، ثم قَاتل»، فأسْلَم ثم قاتل فَقُتِل. فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : «عَمِل قليلاً وأُجر كثيراً».
Dari Al-Barā` -raḍiyallāhu 'anhu-, ia berkata, "Ada seorang lelaki yang mengenakan topeng besi datang kepada Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- lalu berkata, "Wahai Rasulullah! Aku berperang atau masuk Islam (terlebih dahulu)?" Beliau menjawab, "Masuklah Islam (terlebih dahulu) kemudian berperanglah." Laki-laki itu masuk Islam lalu berperang dan terbunuh. Lantas Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Ia beramal sedikit, tapi diberi pahala banyak."
Muttafaq 'alaihDerajatHadis sahih
Penjelasan

Seorang laki-laki datang kepada Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- hendak berjihad bersama beliau dengan mengenakan baju besi. Ia menutup wajahnya dengan topeng besi dan belum masuk Islam. Laki-laki itu berkata, "Wahai Rasulullah! Aku berperang lalu masuk Islam atau masuk Islam (terlebih dahulu) lalu berjihad? Beliau menjawab, "Masuklah Islam (terlebih dahulu) kemudian berperanglah!" Laki-laki itu masuk Islam lalu berperang dan gugur terbunuh. Lantas Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-bersabda, "Ia beramal sedikit, tapi diberi pahala yang banyak." Yakni, dibandingkan dengan masa keislamannya, maka tenggang waktu antara keislamannya dengan terbunuhnya hanya rentang waktu yang singkat. Meskipun demikian, ia mendapatkan pahala yang banyak. Sebab, jihad di jalan Allah -Ta'ālā- demi meninggikan kalimat-Nya adalah amalan paling utama dan paling besar pahalanya.

Rujukan

- رياض الصالحين من كلام سيد المرسلين؛ للإمام أبي زكريا النووي، تحقيق د. ماهر الفحل، دار ابن كثير-دمشق، الطبعة الأولى، 1428ه. - صحيح البخاري -للإمام أبي عبد الله محمد بن إسماعيل البخاري، عناية محمد زهير الناصر، دار طوق النجاة، الطبعة الأولى، 1422هـ. - صحيح مسلم؛ للإمام مسلم بن الحجاج، حققه ورقمه محمد فؤاد عبد الباقي، دار عالم الكتب-الرياض، الطبعة الأولى، 1417هـ. - بهجة الناظرين شرح رياض الصالحين؛ تأليف سليم بن عيد الهلالي،دارابن الجوزي- الطبعة الأولى1418ه. - نزهة المتقين شرح رياض الصالحين؛ تأليف د. مصطفى الخِن وغيره، مؤسسة الرسالة-بيروت، الطبعة الرابعة عشرة، 1407هـ. - شرح رياض الصالحين؛ للشيخ محمد بن صالح العثيمين، مدار الوطن، الرياض، 1426هـ. - كنوز رياض الصالحين»، لحمد بن ناصر العمار، دار كنوز إشبيليا- الطبعة الأولى1430ه. -شرح صحيح البخارى لابن بطال الأندلسي،تحقيق: أبو تميم ياسر بن إبراهيم مكتبة الرشد - السعودية، الرياض الطبعة: الثانية، 1423هـ - 2003م. -التَّنويرُ شَرْحُ الجَامِع الصَّغِيرِ محمد بن إسماعيل الصنعاني، المحقق: د. محمَّد إسحاق محمَّد إبراهيم مكتبة دار السلام، الرياض -الطبعة: الأولى، 1432 هـ - 2011 م.

Hadis ini di HadeethEnc.com

Kami keluar bersama Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- dalam suatu peperangan. Kami berjumlah enam orang. Di antara kami terdapat seekor unta yang ditumpangi secara bergantian. Kaki-kaki kami berlubang dan kakiku pun berlubang.

عن أبي موسى رضي الله عنه قال: خرجنا مع رسول الله صلى الله عليه وسلم فِي غَزَاة ونحن سِتَّةُ نَفَرٍ بَيننا بعيرٌ نَعْتَقِبُهُ، فَنَقِبَتْ أقدامُنا وَنَقِبَت قَدَمِي، وسَقطت أَظْفَارِي، فكنَّا نَلُفُّ على أَرْجُلِنَا الْخِرَقَ ، فَسُمِّيَت غَزْوَة ذَاتُ الرِّقَاع لما كنَّا نَعْصِب على أرجُلنا من الخِرق، قال أبو بردة: فحدث أبو موسى بهذا الحديث، ثم كره ذلك، وقال: ما كنت أصنع بأن أَذْكُرَه! قال: كأنه كره أن يكون شيئا من عمله أفْشَاه.
Dari Abu Musa Al-Asy'ari -raḍiyallāhu 'anhu-, ia berkata, "Kami keluar bersama Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- dalam suatu peperangan. Kami berjumlah enam orang. Di antara kami terdapat seekor unta yang ditumpangi secara bergantian. Kaki-kaki kami berlubang dan kakiku pun berlubang serta kuku-kukuku rontok. Kami pun membungkus kaki-kaki kami dengan sobekan kain sehingga perang ini dinamakan perang Żātu Ar-Riqā' karena kami membalut kaki-kaki kami dengan sobekan kain." Abu Burdah berkata, "Abu Musa memberitahu tentang hadis ini lalu ia tidak menyukainya dan berkata, "Aku melakukan hal itu bukan supaya aku mengingatnya." Abu Burdah meneruskan, "Tampaknya Abu Musa tidak mau suatu amalnya disebar-luaskan."
Muttafaq 'alaihDerajatHadis sahih
Penjelasan

Makna hadis bahwa Abu Musa -raḍiyallāhu 'anhu- keluar bersama Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- dalam sebuah peperangan disertai beberapa sahabatnya dengan jumlah enam orang. Di antara mereka ada seekor unta yang mereka tumpangi secara bergantian. Seseorang mengendarainya dalam jarak tertentu lalu jika sudah selesai gilirannya, ia turun dari unta dan orang lain mengendarainya. Demikian seterusnya mereka saling bergantian mengendarainya hingga akhirnya tiba ke tempat tujuan mereka. "Kaki-kaki mereka berlubang, kakiku pun berlubang dan kuku-kukuku rontok" disebabkan berjalan di tanah gurun disertai jarak yang jauh. Mereka tidak mengenakan sesuatu yang menutupi kakinya karena robek. Mereka berjalan telanjang kaki sehingga menderita sakit yang dahsyat tersebut. Meskipun demikian mereka tidak menghentikan perjalanannya, tetapi meneruskan perjalanan hingga bertemu musuh. "Kami pun membungkus kaki-kaki kami dengan sobekan kain" Ini menunjukkan bahwa sepatu-sepatu mereka telah robek karena panjangnya jarak tempuh dan kuat serta kerasnya tanah pijakan. Bungkusan itu ditujukan guna melindungi mereka dari kerasnya tanah dan panasnya. "sehingga perang ini dinamakan perang Żātu Ar-Riqā' karena kami membalut kaki-kaki kami dengan sobekan kain." artinya perang yang dihadiri Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- tersebut dinamakan demikian dengan sebab ini. Abu Burdah berkata, "Abu Musa memberitahu tentang hadis ini lalu ia tidak menyukainya" dan berkata, "Aku melakukan hal itu bukan supaya aku mengingatnya." Abu Burdah meneruskan, "Tampaknya Abu Musa tidak mau suatu amalnya disebar luaskan." artinya setelah Abu Musa -raḍiyallāhu 'anhu- menceritakan hadis ini dia berkhayal andai dirinya belum ceritakan itu karena di dalamnya ada unsur penyucian diri, juga karena menyembunyikan amal itu lebih utama daripada menampakkannya kecuali terdapat maslahat yang kuat seperti orang yang jadi panutan. Seperti dalam hadis lain (Lalu dia sembunyikan sedekahnya hingga tangan kirinya tidak tahu apa yang disedekahkan tangan kanannya) Muttafaq 'Alaih.

Rujukan

كنوز رياض الصالحين، تأليف: حمد بن ناصر بن العمار، الناشر: دار كنوز أشبيليا، الطبعة الأولى، 1430هـ. بهجة الناظرين، تأليف: سليم بن عيد الهلالي، نسخة الكترونية، لا يوجد بها بيانات نشر. نزهة المتقين، تأليف: جمعٌ من المشايخ، الناشر: مؤسسة الرسالة، الطبعة الأولى، 1397ه. صحيح البخاري، تأليف: محمد بن إسماعيل البخاري، تحقيق: محمد زهير الناصر، الناشر: دار طوق النجاة الطبعة: الأولى، 1422هـ. صحيح مسلم، تأليف: مسلم بن الحجاج النيسابوري، تحقيق: محمد فؤاد عبد الباقي الناشر: دار إحياء التراث العربي – بيروت. فتح الباري شرح صحيح البخاري، تأليف: أحمد بن علي بن حجر، رقمه وبوب أحاديث: محمد فؤاد عبد الباقي، الناشر: دار المعرفة، بيروت، 1379هـ. رياض الصالحين، تأليف: محيي الدين يحيى بن شرف النووي، تحقيق: د. ماهر بن ياسين الفحل، الطبعة الأولى، 1428هـ. تطريز رياض الصالحين، تأليف فيصل آل مبارك، تحقيق د. عبد العزيز آل حمد، دار العاصمة، الرياض، الطبعة الأولى، 1423هـ. - دليل الفالحين لطرق رياض الصالحين، لمحمد بن علان الشافعي، تحقيق خليل مأمون شيحا، دار المعرفة، بيروت، الطبعة الرابعة، 1425ه.

Hadis ini di HadeethEnc.com
8 dari 25
25 hadis
  1. Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- pernah mengirimkan ekspedisi perang ke negeri Najed. Maka Ibnu Umar pun keluar untuk bergabung dengan ekspedisi tersebut.
  2. Aku menawarkan diri kepada Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- (untuk ikut) dalam perang Badar, saat itu usiaku empat belas tahun, akan tetapi beliau tidak membolehkanku.
  3. Ketika Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- dan para sahabat beliau tiba di Makkah, orang-orang musyrik mengatakan, "Sesungguhnya datang pada kalian satu kaum yang telah dibuat lemah oleh penyakit demam negeri Yaṡrib." Maka Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- menyuruh mereka berlari-lari kecil di tiga putaran pertama (tawaf) dan berjalan di antara dua rukun.
  4. Seorang pria bertanya kepada Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- saat Perang Uhud, “Bagaimanakah menurut Anda jika aku terbunuh, di manakah aku?” Beliau menjawab, “Di Surga.” Maka pria itu pun membuang kurma yang ada di tangannya, lalu berperang hingga gugur terbunuh.
  5. Demi Allah! Sungguh bila Allah memberi petunjuk pada satu orang melalui usahamu, itu lebih baik bagimu dari pada memiliki unta-unta merah
  6. Wahai Rasulullah, aku hampir tidak salat Asar hingga matahari hampir terbenam." Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Demi Allah, aku pun belum melaksanakannya." Ia berkata, "Lalu kami menuju Baṭ-han (nama lembah di Madinah, red). Beliau berwudu untuk salat dan kami pun berwudu juga. Kemudian beliau salat Asar setelah matahari terbenam, setelah itu beliau melaksanakan salat Magrib."
  7. Ia beramal sedikit, tapi diberi pahala banyak.
  8. Kami keluar bersama Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- dalam suatu peperangan. Kami berjumlah enam orang. Di antara kami terdapat seekor unta yang ditumpangi secara bergantian. Kaki-kaki kami berlubang dan kakiku pun berlubang.
  9. Semoga Allah merahmati Nabi Musa, beliau disakiti lebih dari ini, dan dia tetap tetap sabar.
  10. Wahai Sa'ad bin Mu'āż, demi pemilik Ka'bah, sesungguhnya aku mencium wangi surga di dekat Uhud.
  11. Seandainya aku masih hidup hingga aku makan kurma ini, sesungguhnya itu merupakan kehidupan yang panjang. Lantas dia melemparkan kurma yang ada padanya lalu memerangi mereka (musuh) hingga gugur.
  12. Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- memasuki Makkah pada hari pembebasan kota ‎Makkah dengan memakai topi besi di atas kepalanya. Ketika beliau melepasnya, seorang lelaki ‎datang dan berkata, “Ibnu Khaṭal bergantung pada tirai Ka'bah”. Lalu beliau bersabda, ‎‎“Bunuhlah dia!".‎
  13. Ketika terjadi perang Tabuk, orang-orang ditimpa kelaparan sehingga mereka berkata, "Wahai Rasulullah, seandainya engkau memberi izin kepada kami, maka kami akan menyembelih unta-unta kami lalu memakannya dan membuat minyak dengan lemaknya?"
  14. Rasulullah -ṣallallāhu 'alahi wa sallam- mengutus sepuluh orang pasukan mata-mata dan mengangkat 'Āṣim bin Ṡābit Al-Anṣārī -raḍiyallāhu 'anhu- sebagai pemimpin mereka.
  15. Pada saat perang Khandaq, kami menggali parit tetapi terbentur tanah yang keras. Lantas para sahabat mendatangi Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- lalu berkata, "Tanah ini keras sehingga menghalangi kami membuat parit." Lantas beliau bersabda, "Aku akan turun."
  16. Itu adalah rezeki yang dikaruniakan Allah untuk kalian. Apakah kalian masih menyimpan sisa daging itu untuk kami? Kemudian kami membawakan daging ikan itu kepada Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- dan beliau memakannya
  17. Kami pergi untuk menyambut Rasulullah -ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam- bersama anak-anak di Ṡaniyyah Al-Wadā'."
  18. Para malaikat masih menaunginya dengan sayap-sayapnya.
  19. Aku mengikuti perang Hunain bersama Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-. Aku dan Abu Sufyān bin al-Ḥariṡ bin Abdul Muṭṭalib senantiasa bersama menemani Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-. Kami tidak pernah berpisah dari beliau, sementara Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- menunggang bigal (peranakan kuda dengan keledai) yang berwarna putih.
  20. Ketika perang Badar, Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- memandangi kaum musyrikin yang berjumlah 1000 pasukan, sedangkan sahabat-sahabatnya berjumlah 319 orang.
  21. Tatkala Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- kembali dari perang Khandaq dan meletakkan senjata serta mandi, datanglah Jibril -'alaihis-salām- kepada beliau lalu bertanya, "Apakah engkau sudah meletakkan senjata? Demi Allah, kami belum meletakkannya. Pergilah ke daerah mereka."
  22. Aku seolah-olah melihat debu-debu beterbangan di lorong-lorong jalan Bani Ganam. Yaitu rombongan Jibril -ṣalawātullāhi 'alaihi- ketika Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- berjalan menuju Bani Quraiẓah.
  23. Sa'ad terluka pada hari perang Khandaq. Ia dipanah oleh seorang lelaki Quraisy yang dikenal dengan nama Ḥibbān bin Al-'Ariqah, dia memanahnya tepat mengenai urat nadi besarnya di tengah lengan. Lalu Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- mendirikan tenda untuknya di dalam masjid agar beliau dapat menjenguknya dari dekat.
  24. Perkataan Ali bin Abu Ṭālib -raḍiyallāhu 'anhu-, "Aku adalah orang pertama yang akan berlutut di hadapan Allah Yang Maha Pengasih untuk berperkara pada hari Kiamat."
  25. Jika mereka memasukinya, niscaya mereka tidak akan keluar sampai hari kiamat. Ketaatan itu hanya dalam hal yang makruf (benar)

Setiap hadis, derajat, penjelasan, dan faedah di sini ditampilkan persis sebagaimana diterbitkan HadeethEnc.com, menurut ketentuan penerbitan ulangnya. Derajat itu tidak menyebut siapa yang menilainya. Terjemahan dan penjelasan adalah karya para penyusunnya, dan sebagian menyebutkan hukum; para peninjau Sabīl belum memeriksanya. Hadis berbahasa Arablah teksnya. Sumber: HadeethEnc.com