Langsung ke konten
Hadis dengan penjelasan

Tidak boleh hasad (iri hati) kecuali pada dua orang: Orang yang Allah ‎anugerahkan baginya harta, lalu ia infakkan di jalan kebenaran, ‎dan orang yang Allah karuniakan hikmah (ilmu yang berdasarkan Al-Qur`ān ‎dan Sunnah), lalu ia memutuskan perkara/mengadili dengannya dan ‎mengajarkannya.‎

عن ابن مسعود رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : «لا حَسَدَ إلا في اثنتين: رجل آتاه الله مالا، فسَلَّطَه على هَلَكَتِهِ في الحَقِّ، ورجل آتاه الله حِكْمَة، فهو يقضي بها ويُعَلِّمَها». وعن ابن عمر رضي الله عنهما ، عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: «لا حسد إلا في اثنتين: رجل آتاه الله القرآن، فهو يقوم به آناء الليل وآناء النهار، ورجل آتاه الله مالا، فهو ينفقه آناء الليل وآناء النهار».
Dari Ibnu Mas’ud- raḍiyallāhu 'anhu-, ia berkata, Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, “Tidak boleh hasad ‎‎(iri hati) kecuali pada dua orang: Orang yang Allah anugerahkan ‎baginya harta, lalu ia infakkan di jalan kebenaran, dan ‎orang yang Allah karuniakan hikmah (ilmu yang berdasarkan Al-Qur`ān ‎dan Sunnah), lalu ia memutuskan perkara/mengadili dengannya dan ‎mengajarkannya.”‎ Dan dari Ibnu Umar -raḍiyallāhu 'anhumā-, dari Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- beliau bersabda, “Tidak boleh hasad (iri hati) kecuali kepada ‎dua orang; Orang yang Allah anugerahi hafalan Al-Qur`ān, lalu ia ‎salat dengan membacanya malam dan siang, dan orang yang ‎Allah karuniakan baginya harta, lalu ia menginfakkannya ‎siang dan malam.”‎
Muttafaq 'alaih dengan dua riwayatnyaDerajatHadis sahih
Penjelasan

Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- di sini mengisyaratkan bahwa hasad ‎‎(iri hati) itu bermacam-macam, di antaranya hasad yang tercela dan ‎diharamkan secara syar’i, yaitu seseorang menginginkan hilangnya kenikmatan dari saudaranya. Ada ‎pula hasad yang mubah/dibolehkan yaitu seseorang melihat nikmat ‎duniawi pada diri orang lain lalu ia menginginkan kenikmatan serupa ‎untuk dirinya. Dan ada pula hasad yang terpuji dan dianjurkan oleh ‎syariat yaitu seseorang melihat nikmat agama pada orang lain lalu ia ‎menginginkannya juga untuk dirinya. Itulah yang dimaksudkan oleh Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- dengan sabda beliau, “Tidak boleh hasad (iri ‎hati) kecuali pada dua orang” yakni hasad itu berbeda jenis dan ‎hukumnya sesuai dengan perbedaan jenisnya. Hasad ini tidak ‎terpuji serta dianjurkan secara syar’i kecuali pada dua perkara:‎ Perkara pertama: Apabila ada orang yang kaya lagi bertakwa, ‎Allah menganugerahkan kepadanya harta yang halal, lantas ia menginfakkannya ‎di jalan Allah -Ta'ālā-, lalu ia berangan-angan agar dirinya seperti orang itu dan ‎ia iri kepadanya dengan nikmat ini.‎ Perkara kedua: Apabila ada orang yang berilmu, Allah ‎menganugerahinya ilmu yang bermanfaat, ia mengamalkannya, ‎mengajarkannya kepada orang lain dan ia berhukum dengannya di ‎antara manusia, lalu ia berangan-angan agar dirinya menjadi seperti orang itu.

Rujukan

كنوز رياض الصالحين، تأليف: حمد بن ناصر بن العمار ، الناشر: دار كنوز أشبيليا، الطبعة الأولى: 1430 هـ بهجة الناظرين، تأليف: سليم بن عيد الهلالي، نسخة الكترونية، لا يوجد بها بيانات نشر. نزهة المتقين، تأليف: جمعٌ من المشايخ، الناشر: مؤسسة الرسالة، الطبعة الأولى: 1397 هـ، الطبعة الرابعة عشر 1407 هـ رياض الصالحين، تأليف : محيي الدين يحيى بن شرف النووي ، تحقيق: د. ماهر بن ياسين الفحل ، الطبعة: الأولى، 1428 هـ صحيح مسلم، تأليف: مسلم بن الحجاج النيسابوري، تحقيق: محمد فؤاد عبد الباقي الناشر: دار إحياء التراث العربي – بيروت صحيح البخاري، نشر: دار طوق النجاة (مصورة عن السلطانية بإضافة ترقيم محمد فؤاد عبد الباقي)، الطبعة: الأولى، 1422ه شرح رياض الصالحين، تأليف: محمد بن صالح العثيمين، الناشر: دار الوطن للنشر، الطبعة: 1426 هـ منار القاري، تأليف: حمزة محمد قاسم، الناشر: مكتبة دار البيان ، عام النشر: 1410 هـ.

Hadis ini di HadeethEnc.com
Keutamaan Memberikan Perhatian Pada Al-Qur`ān

Setiap hadis, derajat, penjelasan, dan faedah di sini ditampilkan persis sebagaimana diterbitkan HadeethEnc.com, menurut ketentuan penerbitan ulangnya. Derajat itu tidak menyebut siapa yang menilainya. Terjemahan dan penjelasan adalah karya para penyusunnya, dan sebagian menyebutkan hukum; para peninjau Sabīl belum memeriksanya. Hadis berbahasa Arablah teksnya. Sumber: HadeethEnc.com