Langsung ke konten
Hadis dengan penjelasan

Syarat-syarat Amar Makruf dan Nahi Munkar

2 hadis

Seseorang dibawa ke hadapan (Ibnu Mas'ūd), lalu dikatakan padanya, "Ini si fulan, jenggotnya meneteskan khamar." Ia mengatakan, "Sesungguhnya kami dilarang memata-matai, namun jika nampak suatu bukti bagi kami maka kami menghukum berdasarkan itu."

عن ابن مسعود رضي الله عنه : أنه أُتِي برجُل فقيل له: هذا فُلان تَقْطُر لحيته خَمْرًا، فقال: إنا قد نُهِيْنَا عن التَّجَسُّسِ، ولكن إن يَظهر لنا شَيْءٌ، نَأخُذ به.
Dari Ibnu Mas'ūd -raḍiyallāhu 'anhu- bahwa seseorang dibawa ke hadapannya, lalu dikatakan padanya, "Ini si fulan, jenggotnya meneteskan khamar." Ia mengatakan, "Sesungguhnya kami dilarang memata-matai, namun jika nampak suatu bukti bagi kami maka kami menghukum berdasarkan itu."
Diriwayatkan oleh Abu DaudDerajatHadis sahih
Penjelasan

Seorang laki-laki yang telah minum khamar dibawa ke hadapan Ibnu Mas'ūd -raḍiyallāhu 'anhu-. Kondisinya menunjukkan hal tersebut, yakni jenggotnya meneteskan khamar. Maka ia memberikan jawaban bahwa menurut syariat; kita dilarang mencari-cari keburukan orang lain, karena nampaknya orang ini minum khamar dengan sembunyi-sembunyi, namun mereka memata-matainya hingga menangkap basah orang tersebut dalam kondisi ini. Akan tetapi bila suatu bukti nampak dengan jelas bagi kita, terbukti dengan saksi-saksi yang terpercaya, atau pelakunya mengakui tanpa dimata-matai, maka kita menyikapinya sesuai dengan konsekuensi keburukannya, baik berupa had atau takzir. Adapun orang yang menyembunyikan maksiatnya dengan tabir Allah, maka kita tidak menghukumnya.

Rujukan

نزهة المتقين، تأليف: جمعٌ من المشايخ، الناشر: مؤسسة الرسالة، الطبعة الأولى: 1397 هـ الطبعة الرابعة عشر 1407هـ. كنوز رياض الصالحين، تأليف: حمد بن ناصر بن العمار ، الناشر: دار كنوز أشبيليا، الطبعة الأولى: 1430هـ. بهجة الناظرين، تأليف: سليم بن عيد الهلالي، الناشر: دار ابن الجوزي ، سنة النشر: 1418 هـ- 1997م. سنن أبي داود، تأليف: سليمان بن الأشعث السِّجِسْتاني، تحقيق: محمد محيي الدين عبد الحميد، الناشر: المكتبة العصرية، صيدا. رياض الصالحين، تأليف : محيي الدين يحيى بن شرف النووي ، تحقيق: د. ماهر بن ياسين الفحل ، الطبعة: الأولى، 1428هـ. دليل الفالحين، تأليف: محمد بن علان، الناشر: دار الكتاب العربي، نسخة الكترونية ، لا يوجد بها بيانات نشر. شرح رياض الصالحين، تأليف: محمد بن صالح العثيمين، الناشر: دار الوطن للنشر، الطبعة: 1426هـ.

Hadis ini di HadeethEnc.com

Aku memintamu atas nama Allah, bukankah engkau telah mendengarkan Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, “Jawablah untukku, ya Allah bantulah ia dengan Ruh al-Qudus.” Abu Hurairah lalu menjawab, “Ya Allah, benar (aku telah mendengarnya)."

عن أبي هريرة أنَّ عمر مرَّ بِحَسَّان رضي الله عنهم وهو يَنْشُدُ الشِّعر في المسجد، فَلَحَظَ إليه، فقال: قد كُنْتُ أَنْشُد، وفيه من هو خير مِنْك، ثمَّ الْتَفَتَ إلى أبي هريرة، فقال: أَنْشُدُكَ الله، أَسَمِعْتَ رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: «أَجِبْ عَنِّي، اللَّهُمَّ أَيِّدْهُ بروح الْقُدُسِ»؟ قال: اللهمَّ نعم.
Dari Abu Hurairah bahwa suatu hari Umar berjalan melewati Ḥassān -raḍiyallāhu 'anhum- yang sedang melantunkan syair di masjid. Lalu Umar memandang kepadanya (dengan pandangan mengingkari perbuatannya), maka Ḥassān menjawab, "Aku telah melantunkan syair di masjid yang di dalamnya ada seorang yang lebih mulia darimu." Kemudian ia menoleh kepada Abu Hurairah, lalu ia berkata, "Aku memintamu atas nama Allah, bukankah engkau telah mendengarkan Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, 'Jawablah untukku, ya Allah bantulah ia dengan Ruh al-Qudus.' Abu Hurairah lalu menjawab, “Ya Allah, benar (aku telah mendengarnya)."
Diriwayatkan oleh MuslimDerajatHadis sahih
Penjelasan

Makna hadis: Bahwa Ḥassān -raḍiyallāhu 'anhu- pernah melantunkan syair di masjid, sedangkan Umar pada saat itu berada di sana. Lalu Umar memandang ke arahnya dengan pandangan mengingkari. Maka tatkala Ḥassān melihat hal itu, ia pun berkata kepadanya, "Aku pernah melantunkan syair di masjid ini dan di dalamnya ada orang yang lebih baik darimu." Kemudian ia meminta Abu Hurairah untuk bersaksi yakni ia meminta Abu Hurairah untuk melakukan persaksian yang ia ketahui tentang pelantunan syairnya di masjid dengan kehadiran Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- dan penetapan Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- atas itu serta motivasi beliau kepadanya untuk melantunkan syair, lalu ia berkata, "Aku memintamu atas nama Allah" yakni aku memintamu atas nama Allah dan aku bersumpah atas nama-Nya "Apakah engkau telah mendengar Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Wahai Ḥassān jawablah demi Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-." Yakni jawablah para penyair kaum musyrikin dengan syairmu dan balaslah mereka dengannya demi membela Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- dan demi menolong agamanya. Lalu apakah engkau pernah mendengar beliau bersabda, "Ya Allah, kuatkanlah ia dengan Ruh al-Qudus"? Yakni kuatkan ia dengan Jibril dan tundukkan ia untuknya dengan mengilhamkannya syair yang dapat mengenai musuh-musuh Islam seperti panah. Abu Hurairah berkata, “Iya.” Yakni aku pernah mendengarmu (wahai Ḥassān) melantunkan syair di depan beliau di masjid (Nabawi) dan aku pernah mendengar beliau mengatakan itu.

Rujukan

تسهيل الإلمام بفقه الأحاديث من بلوغ المرام، صالح بن فوزان بن عبد الله الفوزان، اعتنى بإخراجه عبدالسلام بن عبد الله السليمان، الرسالة، بيروت، الطبعة: الأولى 1427هـ، 2006م. توضيح الأحكام مِن بلوغ المرام، عبد الله بن عبد الرحمن البسام، مكتبة الأسدي، مكة المكرّمة، الطبعة: الخامِسَة 1423هـ، 2003م. منحة العلام في شرح بلوغ المرام، عبد الله صالح الفوزان، دار ابن الجوزي، الطبعة: الأولى 1428هـ، 1432هـ. صحيح مسلم، مسلم بن الحجاج القشيري النيسابوري، تحقيق محمد فؤاد عبد الباقي، دار إحياء التراث العربي، بيروت، الطبعة: 1423هـ.

Hadis ini di HadeethEnc.com

Setiap hadis, derajat, penjelasan, dan faedah di sini ditampilkan persis sebagaimana diterbitkan HadeethEnc.com, menurut ketentuan penerbitan ulangnya. Derajat itu tidak menyebut siapa yang menilainya. Terjemahan dan penjelasan adalah karya para penyusunnya, dan sebagian menyebutkan hukum; para peninjau Sabīl belum memeriksanya. Hadis berbahasa Arablah teksnya. Sumber: HadeethEnc.com