Langsung ke konten
Hadis dengan penjelasan

Adab Berdakwah

2 hadis

Dahulu Ibnu Mas'ud -raḍiyallāhu 'anhu- menasehati kami setiap hari kamis

عن شقيق بن سلمة رحمه الله قال: كان ابن مسعود رضي الله عنه يُذَكِّرُنا في كل خميس، فقال له رجل: يا أبا عبد الرحمن، لَوَدِدْتُ أنك ذَكَّرْتَنا كل يوم، فقال: أما إنه يمنعني من ذلك أني أكره أن أُمِلَّكُم، وإني أَتَخَوَّلُكُم بالمَوْعِظَةِ، كما كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يَتَخَوَّلُنَا بها مَخَافَةَ السَّآمَةِ علينا.
Dari Syaqīq bin Salamah –raḥimahullāhu-, ia berkata, dahulu Ibnu Mas'ud -raḍiyallāhu 'anhu- menasehati kami setiap hari kamis. Lalu seorang laki-laki berkata kepadanya, "Wahai Abu Abdirrahman, sungguh aku sangat menginginkan engkau menasehati kami setiap hari." Dia pun berkata, "Sesungguhnya yang mencegahku untuk melakukan hal tersebut adalah karena aku tidak ingin membuat kalian merasa bosan, sehingga aku menyampaikan nasehat kepada kalian secara berkala, sebagaimana Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- menyampaikannya kepada kami dengan cara demikian karena khawatir kami merasa bosan."
Muttafaq 'alaihDerajatHadis sahih
Penjelasan

Syaqīq bin Salamah -raḥimahullāhu- mengabarkan bahwa Ibnu Mas'ud -raḍiyallāhu 'anhu- menasehati mereka setiap hari kamis, lalu seorang lelaki berkata kepadanya, "Sesungguhnya kami sangat senang jika engkau menasehati kami setiap hari." Beliau menjawab, "Sesungguhnya yang mencegahku untuk melakukan hal tersebut adalah karena aku tidak ingin membuat kalian merasa jenuh dan jemu. Aku berkomitmen untuk menasihati dan memantau kebutuhan kalian terhadap nasehat tersebut sebagaimana Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- melakukan hal itu terhadap kami, karena beliau khawatir akan membuat kami merasa bosan, karena nasehat yang disampaikan pada saat kondisi bosan tidak akan memberikan pengaruh."

Rujukan

بهجة الناظرين شرح رياض الصالحين، لسليم الهلالي، ط1، دار ابن الجوزي، الدمام، 1415هـ. رياض الصالحين للنووي، ط1، تحقيق: ماهر ياسين الفحل، دار ابن كثير، دمشق، بيروت، 1428هـ. شرح رياض الصالحين، للشيخ ابن عثيمين، دار الوطن للنشر، الرياض، 1426هـ. صحيح البخاري، تحقيق: محمد زهير بن ناصر الناصر، ط1، دار طوق النجاة (مصورة عن السلطانية بإضافة ترقيم: محمد فؤاد عبد الباقي)، 1422هـ. صحيح مسلم، تحقيق: محمد فؤاد عبد الباقي، دار إحياء التراث العربي، بيروت. كنوز رياض الصالحين، مجموعة من الباحثين برئاسة حمد بن ناصر العمار، ط1، كنوز إشبيليا، الرياض، 1430هـ. نزهة المتقين شرح رياض الصالحين لمجموعة من الباحثين، ط14، مؤسسة الرسالة، 1407هـ.

Hadis ini di HadeethEnc.com

Aku mendatangi Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, sedangkan beliau masih berkhotbah.

عن أبي رِفَاعَةَ تَمِيم بن أُسَيدٍ رضي الله عنه قَالَ: انتهيتُ إلى رسولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم وهو يَخطبُ، فَقُلتُ: يَا رسولَ اللهِ، رَجُلٌ غَريبٌ جاءَ يَسألُ عن دِينِهِ لا يَدرِي مَا دِينُهُ؟ فَأَقْبلَ عليَّ رسولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم وتَرَكَ خُطبتَهُ حتى انتَهى إليَّ، فأُتِيَ بكُرسِيٍّ، فَقَعَدَ عليه، وجَعَلَ يُعَلِّمُنِي ممّا عَلَّمَهُ اللهُ، ثم أتى خُطبتَهُ فَأَتَمَّ آخِرَهَا.
Dari Rifa'ah Tamīm bin Usaid -raḍiyallāhu 'anhu-, ia berkata, "Aku mendatangi Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, sedangkan beliau masih berkhotbah. Kemudian aku menyelanya, "Wahai Rasulullah, ada orang asing datang hendak bertanya tentang agamanya, karena ia belum mengerti tentang seluk-beluk agamanya?" Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- menuju ke arahku dan menghentikan khotbahnya hingga tiba di hadapanku. Lalu beliau diberi kursi dan duduk di atasnya serta mengajariku apa yang diajarkan Allah kepadanya. Setelah itu beliau melanjutkan khotbahnya sampai selesai."
Diriwayatkan oleh MuslimDerajatHadis sahih
Penjelasan

Di antara bentuk sifat tawaduk (rendah hati) Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- adalah ketika seorang lelaki mendatangi beliau saat berkhotbah di hadapan sahabat. Orang itu berkata, "Orang asing datang untuk menanyakan seluk-beluk agamanya." Seketika itu pula Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- mendekati orang tersebut dan menghentikan khotbahnya hingga tiba di hadapan orang asing itu. Lantas diberikan kursi kepada beliau lalu beliau mengajari orang itu karena ia datang dengan simpati dan cinta terhadap ilmu. Ia ingin mengetahui agamanya sehingga bisa mengamalkannya. Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- mendatanginya dan menghentikan khotbahnya serta mengajarinya. Setelah itu beliau kembali menyempurnakan khotbahnya.

Rujukan

بهجة الناظرين شرح رياض الصالحين؛ تأليف سليم الهلالي، دار ابن الجوزي. رياض الصالحين من كلام سيد المرسلين؛ للإمام أبي زكريا النووي، تحقيق د. ماهر الفحل، دار ابن كثير-دمشق، الطبعة الأولى، 1428هـ. شرح رياض الصالحين؛ للشيخ محمد بن صالح العثيمين، مدار الوطن-الرياض، 1426هـ. شرح صحيح مسلم؛ للإمام محي الدين النووي، دار الريان للتراث-القاهرة، الطبعة الأولى، 1407هـ. صحيح مسلم؛ للإمام مسلم بن الحجاج، حققه ورقمه محمد فؤاد عبدالباقي، دار عالم الكتب-الرياض، الطبعة الأولى، 1417هـ. نزهة المتقين شرح رياض الصالحين؛ تأليف د. مصطفى الخِن وغيره، مؤسسة الرسالة-بيروت، الطبعة الرابعة عشر، 1407هـ.

Hadis ini di HadeethEnc.com

Setiap hadis, derajat, penjelasan, dan faedah di sini ditampilkan persis sebagaimana diterbitkan HadeethEnc.com, menurut ketentuan penerbitan ulangnya. Derajat itu tidak menyebut siapa yang menilainya. Terjemahan dan penjelasan adalah karya para penyusunnya, dan sebagian menyebutkan hukum; para peninjau Sabīl belum memeriksanya. Hadis berbahasa Arablah teksnya. Sumber: HadeethEnc.com