Langsung ke konten
Hadis dengan penjelasan

Sejak tiba di Madinah, keluarga Muhammad ﷺ tidak pernah kenyang dengan makanan gandum selama tiga malam berturut-turut hingga beliau diwafatkan

عَنْ عَائِشَةَ أُمِّ المُؤْمِنينَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: مَا شَبِعَ آلُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُنْذُ قَدِمَ المَدِينَةَ مِنْ طَعَامِ البُرِّ ثَلاَثَ لَيَالٍ تِبَاعًا، حَتَّى قُبِضَ.
Ummul Mukminin Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā- berkata, "Sejak tiba di Madinah, keluarga Muhammad ﷺ tidak pernah kenyang dengan makanan gandum selama tiga malam berturut-turut hingga beliau diwafatkan."
Muttafaq 'alaihDerajatSahih
Penjelasan

Ummul Mukminin Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā- memberitahukan bahwa keluarga Nabi ﷺ tidak pernah kenyang sejak tiba di Madinah dengan makanan gandum tiga hari berturut-turut sampai beliau ﷺ wafat.

Faedah
  1. 1- Penjelasan tentang minimnya kehidupan Nabi ﷺ bersama keluarganya, karena kehidupan yang sejati adalah di akhirat.
  2. 2- Ibnu Hajar berkata, "Yang tampak adalah bahwa sebab mereka sering tidak kenyang biasanya karena sedikitnya makanan yang mereka miliki, meskipun terkadang mereka mendapatkannya, namun mereka lebih mengutamakan orang lain daripada diri mereka sendiri."
Rujukan

صحيح البخاري (7/ 75) (5416). صحيح مسلم (4/ 2282) (2970). المفهم لما أشكل من تلخيص كتاب مسلم (7/ 129). البحر المحيط الثجاج في شرح صحيح الإمام مسلم بن الحجاج (45/ 129).

Hadis ini di HadeethEnc.com
Zuhud dan Wara'

Setiap hadis, derajat, penjelasan, dan faedah di sini ditampilkan persis sebagaimana diterbitkan HadeethEnc.com, menurut ketentuan penerbitan ulangnya. Derajat itu tidak menyebut siapa yang menilainya. Terjemahan dan penjelasan adalah karya para penyusunnya, dan sebagian menyebutkan hukum; para peninjau Sabīl belum memeriksanya. Hadis berbahasa Arablah teksnya. Sumber: HadeethEnc.com