Makna hadis: Angin itu adalah bagian dari rahmat Allah terhadap hamba-Nya. Ia bisa datang membawa rahmat dan bisa datang membawa azab. Allah -Ta'ālā- mengirimkan angin sebagai rahmat bagi hamba-hamba-Nya sehingga dengan sebab itu tercapailah kebaikan dan keberkahan bagi manusia. Hal ini sebagaimana dalam firman Allah -Ta'ālā-, "Dan Kami telah meniupkan angin untuk pembuahan." Dan firman-Nya, "Allah-lah yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang Dia kehendaki, dan menjadikannya bergumpal-gumpal, lalu engkau lihat hujan keluar dari celah-celahnya." Juga firman-Nya, "Dia-lah yang meniupkan angin sebagai pembawa kabar gembira, mendahului kedatangan rahmat-Nya (hujan), sehingga apabila angin itu membawa awan mendung, Kami giring ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu." "Dan bisa datang membawa azab." Sebagaimana dalam firman Allah -Ta'ālā-, "Maka, Kami tiupkan angin yang sangat bergemuruh kepada mereka dalam beberapa hari yang nahas, karena Kami ingin agar mereka itu merasakan siksaan yang menghinakan dalam kehidupan di dunia." Dan firman Allah -Ta'ālā-, "Sesungguhnya Kami telah menghembuskan angin yang sangat kencang kepada mereka pada hari nahas yang terus-menerus, yang membuat manusia bergelimpangan. Mereka bagaikan pohon-pohon kurma yang tumbang dengan akar-akarnya." Serta firman Allah -Ta'ālā-, "Mereka berkata, "Inilah awan yang akan menurunkan hujan kepada kita." (Bukan!) Tetapi itulah azab yang kamu minta agar disegerakan datangnya, (yaitu) angin yang mengandung azab yang pedih." Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- selanjutnya mengatakan, "Jika kalian melihat angin, janganlah kalian memakinya!" Jadi, seorang Muslim tidak boleh mencela angin. Sebab, angin adalah salah satu makhluk Allah yang bertugas sesuai perintah-Nya dan tidak ada pengaruhnya pada sesuatu. Ia tidak mendatangkan manfaat dan tidak mendatangkan bahaya kecuali atas perintah Allah -'Azza wa Jalla-. Dengan demikian, mencela angin artinya mencela Pencipta dan Pengaturnya, yaitu Allah -Subḥānahu wa Ta'ālā-. "Mintalah kepada Allah kebaikannya dan mintalah perlindungan kepada Allah dari kejelekannya." Setelah Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- melarang mencela angin, beliau memberikan petunjuk kepada umatnya ketika angin berhembus agar mereka memohon kepada Allah kebaikannya dan meminta perlindungan dari kejelekannya. Artinya, hendaknya mereka memohon kepada Allah agar mewujudkan kebaikan yang dibawa angin untuk mereka dan memalingkan mereka dari kejelekan yang dibawa angin.
نزهة المتقين، تأليف: جمعٌ من المشايخ، الناشر: مؤسسة الرسالة، الطبعة الأولى: 1397 هـ الطبعة الرابعة عشر 1407 هـ القول المفيد على كتاب التوحيد، تأليف: محمد بن صالح بن محمد العثيمين، الناشر: دار ابن الجوزي، المملكة العربية السعودية، الطبعة: الثانية, محرم 1424هـ بهجة الناظرين، تأليف: سليم بن عيد الهلالي، الناشر: دار ابن الجوزي ، سنة النشر: 1418 هـ- 1997م سنن أبي داود، تأليف: سليمان بن الأشعث السِّجِسْتاني، تحقيق: محمد محيي الدين عبد الحميد، الناشر: المكتبة العصرية، صيدا. رياض الصالحين، تأليف : محيي الدين يحيى بن شرف النووي ، تحقيق: د. ماهر بن ياسين الفحل ، الطبعة: الأولى، 1428 هـ مسند الإمام أحمد، تأليف: أحمد بن محمد بن حنبل، تحقيق: أحمد محمد شاكر الناشر: دار الحديث – القاهرة، الطبعة: الأولى، 1421 هـ شرح رياض الصالحين، تأليف: محمد بن صالح العثيمين، الناشر: دار الوطن للنشر، الطبعة: 1426 هـ السنن الكبرى، تأليف: أحمد بن شعيب النسائي، تحقيق: حسن عبد المنعم شلبي، الناشر: مؤسسة الرسالة، الطبعة: الأولى، 1421 هـ مشكاة المصابيح، تأليف: محمد بن عبد الله، التبريزي، تحقيق : محمد ناصر الدين الألباني، الناشر: المكتب الإسلامي، الطبعة: الثالثة، 1985م شرح سنن أبي داود، تأليف: عبد المحسن بن حمد بن عبد المحسن العباد، نسخة الإلكترونية. شرح كتاب التوحيد، تأليف: أحمد بن عمر بن مساعد الحازمي، نسخة الإلكترونية.