Langsung ke konten
Hadis dengan penjelasan

Dahulu jika kami mendatangi (majelis) Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- maka salah seorang dari kami duduk di tempat yang masih kosong (barisan terakhir)

عن جابر بن سمرة رضي الله عنه قال:كنا إذا أتينا النبي صلى الله عليه وسلم جلس أحدنا حيث ينتهي.
Dari Jābir bin Samurah ia berkata, "Dahulu jika kami mendatangi (majelis) Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- maka salah seorang dari kami duduk di mana majelis berakhir (barisan terakhir)."
Diriwayatkan oleh Tirmiżi - Diriwayatkan oleh Abu Daud - Diriwayatkan oleh AhmadDerajatSahih li gairihi
Penjelasan

Di dalam hadis itu terdapat penjelasan tentang adab para sahabat -raḍiyallāhu 'anhum- di dalam majelis Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, yakni jika salah seorang di antara mereka mendatangi majelis Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, maka ia duduk di mana berakhir majelis (barisan akhir), baik di tengah-tengah majelis atau paling belakang. Seseorang jika masuk ke dalam suatu jamaah (majelis), maka hendaklah ia duduk di mana majelis tersebut berakhir dan tidak maju ke tengah-tengah majelis kecuali jika ada orang yang lebih mendahulukannya (mempersilahkannya) duduk di tempatnya atau jika ia telah menyediakan tempat untuknya di tengah-tengah majelis, maka tidak mengapa. Adapun jika ia memadati majelis dan seakan-akan ia mengatakan kepada manusia menjauhlah kalian dan (biarkan) aku duduk di bagian depan majelis, maka ini bertentangan dengan petunjuk Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- dan para sahabat beliau -raḍiyallāhu anhum- serta menunjukkan bahwa orang tersebut memiliki rasa sombong dan ujub (bangga) dengan dirinya sendiri.

Rujukan

- مسند الإمام أحمد بن حنبل، تحقيق: شعيب الأرنؤوط - عادل مرشد، وآخرون، نشر: مؤسسة الرسالة، الطبعة: الأولى، 1421هـ - 2001م. - سنن أبي داود, أبو داود سليمان بن الأشعث السِّجِسْتاني, المحقق: محمد محيي الدين عبد الحميد, المكتبة العصرية، صيدا – بيروت. - سنن الترمذي، تأليف: محمد بن عيسى الترمذي، تحقيق أحمد شاكر وغيره ، الناشر: شركة مكتبة ومطبعة مصطفى البابي الحلبي، الطبعة: الثانية، 1395 هـ. - تطريز رياض الصالحين, لفيصل بن عبد العزيز النجدي, المحقق: د. عبد العزيز بن عبد الله آل حمد, دار العاصمة للنشر والتوزيع، الرياض, الطبعة: الأولى، 1423هـ - 2002م. - شرح رياض الصالحين، تأليف: محمد بن صالح العثيمين، الناشر: دار الوطن للنشر، الطبعة: 1426هـ. - دليل الفالحين لطرق رياض الصالحين, محمد علي بن محمد البكري, اعتنى بها: خليل مأمون شيحا, الناشر: دار المعرفة, بيروت – لبنان, الطبعة: الرابعة، 1425هـ - 2004م. - رياض الصالحين، لأبي زكريا محيي الدين يحيى بن شرف النووي، تعليق وتحقيق: الدكتور ماهر ياسين الفحل رئيس قسم الحديث - كلية العلوم الإسلامية، جامعة الأنبار، الناشر: دار ابن كثير للطباعة والنشر والتوزيع، دمشق، بيروت، الطبعة: الأولى، 1428هـ - 2007م. - السلسلة الصحيحة، المؤلف: محمد ناصر الدين الألباني، مكتبة المعارف - الرياض. -كنوز رياض الصالحين, مجموعة من الباحثين برئاسة حمد بن ناصر العمار، دار كنوز إشبيليا, السعودية, الطبعة الأولى, 1430هـ.

Hadis ini di HadeethEnc.com
Adab Berkunjung dan Meminta Izin

Setiap hadis, derajat, penjelasan, dan faedah di sini ditampilkan persis sebagaimana diterbitkan HadeethEnc.com, menurut ketentuan penerbitan ulangnya. Derajat itu tidak menyebut siapa yang menilainya. Terjemahan dan penjelasan adalah karya para penyusunnya, dan sebagian menyebutkan hukum; para peninjau Sabīl belum memeriksanya. Hadis berbahasa Arablah teksnya. Sumber: HadeethEnc.com