Nabi ﷺ mengabarkan tentang keutamaan ucapan: "Lā ilāha illallāh waḥdahu lā syarīka lah lahul-mulku wa lahul-ḥamdu wa huwa 'alā kulli syai`in qadīr" yang bermakna: Tidak ada sembahan yang benar kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, Dia semata pemilik seluruh kerajaan yang berhak terhadap pujian yang disertai cinta dan pengagungan tanpa selain-Nya, dan bahwa Dia Mahakuasa, tidak terkalahkan oleh sesuatu apa pun. Beliau mengabarkan bahwa siapa yang mengulang-ulang zikir yang agung ini dalam sehari sepuluh kali, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang menghilangkan perbudakan dari empat orang budak keturunan Ismail bin Ibrahim -'alaihimassalām-. Penyebutan secara khusus terhadap keturunan Ismail -'alaihimassalām- adalah lantaran mereka lebih mulia dari yang lain.
- 1- Keutamaan zikir ini yang berisi pengesaan Allah Ta'ala dalam ketuhanan, kerajaan, pujian dan kekuasaan yang sempurna.
- 2- Pahala zikir ini diperoleh orang yang mengucapkannya secara berturut-turut ataupun terpisah-pisah.
صحيح البخاري (8/ 86) (6404). صحيح مسلم (4/ 2071) (2693). توضيح الأحكام من بلوغ المرام، للبسام (7/ 533). منحة العلام في شرح بلوغ المرام، لعبد الله الفوزان (10/ 399). فتح ذي الجلال والإكرام، لابن عثيمين (6/ 465). سبل السلام بشرح بلوغ المرام، للصنعاني (2/ 703).