Hadis ini menunjukkan bahwa masing-masing dari kedua orang tua memiliki hak untuk mendapatkan pergaulan yang baik dan perhatian yang sempurna terhadap berbagai urusannya, "Dan pergaulilah keduanya di dunia dengan cara makruf." Hanya saja, hak ibu beberapa derajat di atas hak bapak. Sebab, hak bapak tidak disebutkan kecuali setelah memberikan penegasan yang sempurna mengenai hak ibu dengan menyebutnya tiga kali. Derajat ibu menjadi lebih tinggi dari derajat seorang ayah, padahal kedua-duanya sekutu (partner) dalam mendidik anak. Sang bapak dengan harta dan perhatiannya, dan seorang ibu dengan pelayanannya dalam memberikan makanan, minuman, pakaian, kasur dan sebagainya. Juga karena seorang ibu menderita kepayahan memelihara anaknya yang tidak pernah dirasakan seorang bapak. Ibu mengandungnya sembilan bulan dengan kelemahan di atas kelemahan, keletihan di atas keletihan, dan ia pun melahirkannya dengan susah payah. Kematian hampir saja menyambarnya karena kesusahan yang dideritanya. Demikian juga seorang ibu menyusui anaknya selama dua tahun sambil begadang demi kenyamanan anaknya dan bekerja untuk kemaslahatannya, meskipun rasa pedih tetap ada padanya dalam menjalankan semua itu. Karena itu, wahyu berbicara, "Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Masa mengandung sampai menyapihnya selama tiga puluh bulan." Engkau lihat Allah memerintahkan manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Allah tidak menyebutkan sebab-sebab kecuali apa yang diderita oleh seorang ibu sebagai isyarat besarnya hak ibu. Di antara etika mempergauli kedua orang tua dengan baik yaitu memberi mereka nafkah berupa makanan, minuman, tempat tinggal dan pakaian serta berbagai kebutuhan hidup lainnya, jika keduanya membutuhkannya. Bahkan, jika keduanya ada dalam kehidupan yang minim atau pertengahan, sedangkan engkau hidup nyaman dan sejahtera, maka angkatlah keduanya ke derajat kehidupanmu atau lebih. Sesungguhnya itu adalah bentuk berbuat baik dalam mempergauli keduanya. Ingatlah apa yang dilakukan Yusuf terhadap kedua orang tuanya saat dirinya sudah diberi kekuasaan, ia mengangkat mereka ke atas singgasananya setelah membawa mereka dari perkampungan. Di antara pergaulan yang baik, bahkan penghimpun semua urusan ialah sebagaimana yang disebutkan oleh Allah dengan firman-Nya, "Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya telah berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik. Dan rendahkahlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, "Wahai Tuhanku! Sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil." Cegahlah lisan yang buruk dari keduanya, jauhkanlah keduanya dari berbagai gangguan, lembutkanlah ucapanmu kepada keduanya, rendahkanlah dirimu terhadap keduanya, tundukkanlah dirimu untuk mentaatinya, basahilah lidahmu dengan doa bagi keduanya dari sanubari hatimu dan relung jiwamu, serta ucapkanlah, "Wahai Tuhanku! Sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil" Jangan lupa untuk menambah perhatian terhadap ibu sebagai implementasi dari isyarat wahyu dan penyesuaian (adaptasi) dengan logika hadis.
- شرح صحيح البخارى لابن بطال - تحقيق: أبو تميم ياسر بن إبراهيم مكتبة الرشد - السعودية، الرياض الطبعة: الثانية، 1423هـ - 2003م. - الأدب النبوي لمحمد الخَوْلي، ط4، دار المعرفة - بيروت، 1423 هـ. - بهجة الناظرين شرح رياض الصالحين لسليم الهلالي، ط1، دار ابن الجوزي، الدمام، 1415ه. - رياض الصالحين للنووي، ط1، تحقيق: ماهر ياسين الفحل، دار ابن كثير، دمشق، بيروت، 1428 هـ. - رياض الصالحين، تحقيق: عصام هادي، وزارة الأوقاف والشؤون الإسلامية القطرية، دار الريان، بيروت، ط4، 1428هـ. - شرح رياض الصالحين للشيخ ابن عثيمين، دار الوطن للنشر، الرياض، 1426هـ. - شرح صحيح البخارى لابن بطال، تحقيق: أبو تميم ياسر بن إبراهيم، ط2، مكتبة الرشد - السعودية، الرياض، 1423هـ. - صحيح البخاري، تحقيق: محمد زهير بن ناصر الناصر دار طوق النجاة (مصورة عن السلطانية بإضافة ترقيم: محمد فؤاد عبد الباقي)، ط1، 1422ه. - صحيح مسلم، تحقيق: محمد فؤاد عبد الباقي، دار إحياء التراث العربي، بيروت. - نزهة المتقين شرح رياض الصالحين لمجموعة من الباحثين، ط14، مؤسسة الرسالة، 1407هـ.