Langsung ke konten
Hadis dengan penjelasan

Nasakh

2 hadis

Wahai Rasulullah, bagaimana jika ada laki-laki yang tergesa-gesa meninggalkan istrinya, sementara dia belum keluar sperma, apa yang harus dilakukannya? Rasululllah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- menjawab, "Sesungguhnya air (mandi besar) itu karena air (sperma yang keluar)."

عن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه قال: خَرَجْتُ مع رسول الله صلى الله عليه وسلم يوم الاثنين إلى قباء إِذَا كُنَّا فِي بَنِي سَالِمٍ وقف رسول الله صلى الله عليه وسلم على باب عِتْبَانَ فَصَرَخَ بِهِ، فَخَرَجَ يَجُرُّ إزاره، فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : «أَعْجَلْنَا الرَّجُلَ» فقال عتبان: يا رسول الله، أَرَأَيْتَ الرَّجُلَ يُعْجَلُ عن امرأته ولم يُمْنِ، ماذا عليه؟ قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : «إِنَّمَا المَاءُ مِنَ الماءِ».
Dari Abu Sa'īd al-Khudri -raḍiyallāhu 'anhu-, ia berkata, "Saya pernah keluar bersama Raulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- pada hari Senin ke Qubā`. Saat kami berada di perkampungan Bani Sālim, Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- berhenti di depan pintu rumah 'Itbān dan beliau memanggilnya. Tak lama 'Itbān keluar rumah sambil menyeret sarungnya. Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, 'Kita membuat 'Itbān tergesa-gesa!' Lantas 'Itbān bertanya, "Wahai Rasulullah, bagaimana jika ada laki-laki yang tergesa- gesa meninggalkan istrinya, sementara dia belum keluar sperma, apa yang harus dilakukannya?'. Rasululllah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- menjawab, 'Sesungguhnya air (mandi besar) itu karena air (sperma yang keluar)."
Diriwayatkan oleh MuslimDerajatHadis sahih
Penjelasan

Hadis Abu Sa'īd al-Khudri -raḍiyallāhu 'anhu- ini memberi faedah bahwa mandi besar itu hanya wajib ketika keluar air mani (sperma). Kata "air" yang pertama adalah air yang sudah dikenal, dan yang kedua adalah sperma. Pemahaman atas hadis mempersempit bahwa tiada yang mewajibkan mandi besar kecuali keluar sperma, sehingga mandi besar tidak wajib karena bertemunya dua alat kelamin. Tetapi hukum hadis ini mansukh. Mandi besar hukumnya wajib karena adanya jimak, meskipun tidak sampai keluar sperma berdasarkan hadis, "Jika dua alat kelamin bertemu maka wajib mandi besar."

Rujukan

صحيح مسلم، مسلم بن الحجاج القشيري النيسابوري، تحقيق محمد فؤاد عبد الباقي، دار إحياء التراث العربي، بيروت، الطبعة: 1423هـ. توضيح الأحكام شرح بلوغ المرام، عبد الله بن عبد الرحمن البسام، مكتبة الأسدي، مكة المكرمة، الطبعة الخامِسَة، 1423هـ، 2003 م. منحة العلام في شرح بلوغ المرام، عبد الله صالح الفوزان، دار ابن الجوزي، الطبعة: الأولى 1428هـ، 1432هـ. تسهيل الإلمام بفقه الأحاديث من بلوغ المرام، صالح بن فوزان بن عبد الله الفوزان، اعتنى بإخراجه عبدالسلام بن عبد الله السليمان، الرسالة، بيروت، الطبعة: الأولى 1427هـ، 2006م.

Hadis ini di HadeethEnc.com

Di antara ayat Al-Qur`ān yang pernah diturunkan adalah "Sepuluh kali penyusuan tertentu akan menetapkan hubungan mahram." Kemudian dinasakh dengan lima kali penyusuan tertentu. Lalu Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- meninggal dunia sementara ayat ini masih dibaca.

عن عائشة، أنها قالت: "كان فِيمَا أُنْزِلُ من القرآن: (عَشْرُ رَضَعَاتٍ مَعْلُومَاتٍ يُحَرِّمْنَ)، ثم نُسِخْنَ بِخَمْسٍ مَعْلُومَاتٍ، فَتُوُفِّيَ رَسُولُ الله صلى الله عليه وسلم ، وهُنَّ فِيمَا يُقْرَأُ من القرآن".
Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā- berkata, "Di antara ayat Al-Qur`ān yang pernah diturunkan adalah 'Sepuluh kali penyusuan tertentu akan menetapkan hubungan mahram.' Kemudian dinasakh dengan lima kali penyusuan tertentu. Lalu Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- meninggal dunia sementara ayat ini masih dibaca."
Diriwayatkan oleh MuslimDerajatHadis sahih
Penjelasan

Di dalam hadis ini terdapat penjelasan bahwa pada awalnya penyusuan yang menyebabkan adanya hubungan mahram ialah sepuluh kali penyusuan sebagaimana yang diturunkan dalam Al-Qur`ān, lalu lafal dan hukumnya dinasakh menjadi lima kali penyusuan. Ketika Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- meninggal dunia, ayat ini masih dibaca oleh sebagian sahabat lantaran turunnya wahyu tentang penasakhan ayat ini sangat terlambat (menjelang Nabi wafat), sehingga hal itu samar bagi sebagian sahabat lalu tetap membaca ayat yang dinasakh ini karena menyangkanya masih bagian dari Al-Qur`ān.

Rujukan

- فتح ذي الجلال والاكرام بشرح بلوغ المرام، للشيخ ابن عثيمين، المكتبة الإسلامية - الطبعة الأولى 1427 - 2006م - توضِيحُ الأحكَامِ مِن بُلوُغ المَرَام، للبسام. مكتَبة الأسدي، مكّة المكرّمة. الطبعة: الخامِسَة، 1423 هـ - 2003 م - بلوغ المرام من أدلة الأحكام، لابن حجر. دار القبس للنشر والتوزيع، الرياض - المملكة العربية السعودية الطبعة: الأولى، 1435 هـ - 2014 م - صحيح مسلم, ترقيم محمد فؤاد عبد الباقي, دار إحياء التراث العربي, بيروت. - شرح مصابيح السنة للإمام البغوي، لابن الملك. الناشر: إدارة الثقافة الإسلامية. الطبعة: الأولى، 1433 هـ - 2012 م - عون المعبود شرح سنن أبي داود، ومعه حاشية ابن القيم، للعظيم آبادي. دار الكتب العلمية – بيروت. الطبعة: الثانية، 1415 هـ - منحة العلام في شرح بلوغ المرام، لعبد الله الفوزان. دار ابن الجوزي. ط1 1428ه - تسهيل الالمام، للشيخ صالح الفوزان. طبعة الرسالة. الطبعة الأولى 1427 – 2006 م - تحفة الأحوذي بشرح جامع الترمذي، للمباركفورى . الناشر: دار الكتب العلمية - بيروت.

Hadis ini di HadeethEnc.com

Setiap hadis, derajat, penjelasan, dan faedah di sini ditampilkan persis sebagaimana diterbitkan HadeethEnc.com, menurut ketentuan penerbitan ulangnya. Derajat itu tidak menyebut siapa yang menilainya. Terjemahan dan penjelasan adalah karya para penyusunnya, dan sebagian menyebutkan hukum; para peninjau Sabīl belum memeriksanya. Hadis berbahasa Arablah teksnya. Sumber: HadeethEnc.com