Langsung ke konten
Hadis dengan penjelasan

Ẓihār

3 hadis

Ibnu Abbas berkata, "Jika (seorang suami) mengharamkan istrinya, maka itu bukan talak." Ia membaca ayat, "Telah ada untuk kalian pada Rasulullah teladan yang baik."

عن ابن عباس رضي الله عنهما أنه كان يقول: «إذا حَرَّمَ امرأته ليس بشيء» وقال: {لقد كان لكم في رسول الله أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ} [الأحزاب: 21]
Dari Ibnu Abbas -raḍiyallāhu 'anhumā- bahwasannya dia berkata, "Jika (seorang suami) mengharamkan istrinya, maka itu bukan talak." Ia membaca ayat, "Telah ada untuk kalian pada Rasulullah teladan yang baik." (Al-Aḥzāb: 21).
Diriwayatkan oleh BukhariDerajatHadis sahih
Penjelasan

Makna aṡar tersebut bahwa jika seorang suami berkata kepada istrinya, "Engkau haram bagiku atau menjadi haram dan sebagainya," maka (ucapan) itu bukan pengharaman yang berarti talak, tetapi merupakan sumpah yang mengharuskan pembayaran kafarat sumpah. Sebagaimana Allah -Ta'ālā- berfirman, "Wahai Nabi! Mengapa engkau mengharamkan apa yang dihalalkan Allah bagimu? Engkau ingin menyenangkan hati istri-istrimu? Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. Sungguh, Allah telah mewajibkan kepadamu membebaskan diri dari sumpahmu." (At-Taḥrīm: 1-2) Yakni, Allah telah mensyariatkan bagi kalian tentang pembebasan sumpah-sumpah kalian dengan membayarkan kafarat yang disebutkan dalam surah Al-Mā`idah.

Rujukan

- البدرُ التمام شرح بلوغ المرام، للمغربي. الناشر: دار هجر. الطبعة: الأولى. - توضِيحُ الأحكَامِ مِن بُلوُغ المَرَام، للبسام. مكتَبة الأسدي، مكّة المكرّمة.الطبعة: الخامِسَة، 1423 هـ - 2003 م - بلوغ المرام من أدلة الأحكام، لابن حجر. دار القبس للنشر والتوزيع، الرياض - المملكة العربية السعودية الطبعة: الأولى، 1435 هـ - 2014 م - فتح ذي الجلال والاكرام بشرح بلوغ المرام، للشيخ ابن عثيمين، المكتبة الإسلامية - الطبعة الأولى 1427 - 2006م - صحيح البخاري، تحقيق: محمد زهير بن ناصر الناصر، ط1، دار طوق النجاة (مصورة عن السلطانية بإضافة ترقيم: محمد فؤاد عبد الباقي)، 1422هـ. - عمدة القاري شرح صحيح البخاري، للعيني. الناشر: دار إحياء التراث العربي – بيروت. - اللامع الصبيح بشرح الجامع الصحيح، للبِرْماوي. الناشر: دار النوادر، سوريا.الطبعة: الأولى، 1433 هـ - 2012 م - فتاوى اللجنة الدائمة - المجموعة الأولى- : اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء- جمع وترتيب: أحمد بن عبد الرزاق الدويش.

Hadis ini di HadeethEnc.com

Seorang lelaki datang kepada Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- setelah ia melakukan zihar kepada istrinya, lantas dia menggaulinya.

عن ابن عباس: أن رجلا أتى النبي صلى الله عليه وسلم قد ظَاهَرَ مِنْ امرأته، فَوَقَعَ عليها، فقال: يا رسول الله، إني قد ظَاهَرْتُ مِنْ زَوْجَتِي، فَوَقَعْتُ عليها قَبْلَ أَنْ أُكَفِّرَ، فقال: «وما حَمَلَكَ على ذلك يرحمك الله؟»، قال: رَأَيْتُ خَلْخَالَهَا في ضوء القمر، قال: «فلا تَقْرَبْهَا حتى تَفْعَلَ ما أَمَرَكَ الله به».
Dari Ibnu Abbas, bahwa seorang lelaki datang kepada Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- setelah ia menyatakan zihar pada istrinya, lantas dia menggaulinya. Lalu dia berkata, “Ya Rasulullah, sesungguhnya aku telah melakukan zihar kepada istriku, lalu aku menggaulinya sebelum aku membayar kafarat ziharku.” Kemudian Nabi bersabda, “Apa yang telah membuatmu berbuat demikian? Semoga Allah merahmatimu.” Lelaki itu menjawab, “Karena aku melihat gelang kakinya di bawah sinar rembulan.” Beliau bersabda, “Janganlah kamu dekati istrimu hingga kamu melakukan apa yang telah diperintahkan Allah atas dirimu.”
Diriwayatkan oleh Ibnu Mājah - Diriwayatkan oleh Tirmiżi - Diriwayatkan oleh Nasā`i - Diriwayatkan oleh Abu DaudDerajatHadis hasan
Penjelasan

Hadis ini menjelaskan bahwa sahabat ini sering menggauli istrinya dan saat itu telah masuk bulan Ramadan sehingga dia khawatir akan menggauli istrinya pada saat ia sedang berpuasa, lalu ia pun melakukan zihar kepadanya, yakni menyamakan istrinya seperti wanita yang diharamkan atas dirinya selamanya seperti ibu, saudara perempuan, bibi dan yang semisalnya. Hanya saja pada suatu malam istrinya tersebut sedang melayani keperluannya dan tampaklah perhiasan di kakinya yang membuat suaminya terkesima lalu menggaulinya. Dia pun menyesali perbuatannya tersebut dan kemudian datang kepada Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- untuk meminta fatwa. Kemudian Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- memerintahkannya agar tidak menggauli istrinya lagi hingga dia menunaikan kafarat yang Allah -'Azzā wa Jallā- wajibkan atas orang yang melakukan zihar kepada istrinya. Hadis ini merupakan sandaran dalil dalam permasalahan zihar.

Rujukan

- سنن أبي داود - سليمان بن الأشعث السِّجِسْتاني تحقيق: محمد محيي الدين عبد الحميد: المكتبة العصرية، صيدا - بيروت. - سنن الترمذي - محمد بن عيسى الترمذي، تحقيق وتعليق: أحمد محمد شاكر ومحمد فؤاد عبد الباقي وإبراهيم عطوة عوض -شركة مكتبة ومطبعة مصطفى البابي الحلبي- مصر الطبعة الثانية، 1395هـ - 1975م. - سنن ابن ماجه، ابن ماجه أبو عبد الله محمد بن يزيد القزويني، تحقيق: محمد فؤاد عبد الباقي -دار إحياء الكتب العربية- فيصل عيسى البابي الحلبي. - السنن الصغرى للنسائي، أحمد بن شعيب النسائي - تحقيق: عبد الفتاح أبو غدة -مكتب المطبوعات الإسلامية- حلب، الطبعة الثانية، 1406ه - 1986م. - منحة العلام في شرح بلوغ المرام: تأليف عبد الله الفوزان، طبعة دار ابن الجوزي - الطبعة الأولى، 1428ه. - توضيح الأحكام شرح بلوغ المرام: تأليف عبد الله البسام- مكتبة الأسدي - مكة المكرمة - الطبعة الخامِسَة، 1423هـ - 2003م. - تسهيل الإلمام بفقه الأحاديث من بلوغ المرام، تأليف الشيخ صالح الفوزان- عناية عبد السلام السليمان - مؤسسة الرسالة، الطبعة الأولى. - فتح ذي الجلال والإكرام بشرح بلوغ المرام، للشيخ ابن عثيمين- المكتبة الإسلامية، القاهرة، تحقيق صبحي رمضان وأم إسراء بيومي- الطبعة الأولى، 1427ه. - ذخيرة العقبى في شرح المجتبى، المؤلف: محمد بن علي بن آدم بن موسى الإثيوبي الوَلَّوِي، دار المعراج الدولية للنشر و دار آل بروم للنشر والتوزيع الطبعة الأولى، 1416هـ - 1996م. - إرواء الغليل في تخريج أحاديث منار السبيل، محمد ناصر الدين الألباني - إشراف: زهير الشاويش - المكتب الإسلامي - بيروت - الطبعة الثانية، 1405هـ - 1985م. - بلوغ المرام من أدلة الأحكام، لابن حجر، دار القبس للنشر والتوزيع، الرياض - المملكة العربية السعودية، الطبعة الأولى، 1435هـ - 2014م.

Hadis ini di HadeethEnc.com

Hadis Salamah bin Ṣakhr -raḍiyallāhu 'anhu- tentang Zihar.

عن سلمة بن صخر رضي الله عنه قال: كُنْتُ امْرَأً أُصِيبُ من النساء ما لا يُصِيبُ غيري، فلما دخل شهر رمضان خِفْتُ أن أصيب من امرأتي شيئا يُتَابَعُ بي حتى أصبح، فَظَاهَرْتُ منها حتى يَنْسَلِخَ شهر رمضان، فَبَيْنَا هي تَخْدُمُنِي ذات ليلة، إذ تَكَشَّفَ لي منها شيء، فلم أَلْبَثْ أن نَزَوْتُ عليها، فلما أصبحت خرجت إلى قومي فأخبرتهم الخبر، وقلت امشوا معي إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم ، قالوا: لا والله. فانطلقت إلى النبي صلى الله عليه وسلم فأخبرته، فقال: «أنت بِذَاكَ يا سلمة؟»، قلت: أنا بذاك يا رسول الله -مرتين- وأنا صابر لأمر الله، فاحكم فيَّ ما أراك الله. قال: «حَرِّرْ رقبة»، قلت: والذي بعثك بالحق ما أملك رقبة غيرها، وضربت صَفْحَةَ رَقَبَتِي، قال: «فصم شهرين متتابعين»، قال: وهل أصبت الذي أصبت إلا من الصيام؟ قال: «فأطعم وَسْقًا من تمر بين ستين مسكينًا»، قلت: والذي بعثك بالحق لقد بِتْنَا وَحْشَيْنِ ما لنا طعام، قال: «فانطلق إلى صاحب صَدَقَةِ بَنِي زُرَيْقٍ فَلْيَدْفَعْهَا إليك، فأطعم ستين مسكينًا وسقًا من تمر وكُلْ أنت وعِيَالُكَ بَقِيَّتَهَا»، فَرَجَعْتُ إِلَى قَوْمِي، فقلت: وجدت عندكم الضِّيقَ، وَسُوءَ الرَّأْيِ، ووجدت عند النبي صلى الله عليه وسلم السَّعَةَ، وَحُسْنَ الرَّأْيِ، وَقَدْ أَمَرَنِي -أَوْ أَمَرَ لِي- بِصَدَقَتِكُمْ.
Dari Salamah bin Ṣakhr -raḍiyallāhu 'anhu-, ia berkata, "Saya dahulu adalah orang yang sangat sering menggauli istriku melebihi orang lain. Ketika bulan Ramadan telah tiba, saya merasa khawatir bila akan terus menggauli istriku hingga tiba pagi harinya, lalu aku pun melakukan zihar pada istriku (yaitu menyamakannya dengan ibunya agar istrinya itu menjadi haram atas dirinya) hingga lewat bulan Ramadan. Ketika suatu malam ia melayaniku, tiba-tiba tersingkap suatu bagian dari dirinya, hingga tak sadar aku pun langsung menggaulinya. Pada pagi harinya aku pun keluar menuju kaumku dan memberitahukan mereka kabar tersebut, sembari mengajak mereka, "Marilah pergi menemaniku untuk bertemu Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-." Namun mereka menjawab, "Tidak, demi Allah." Lalu aku pun pergi sendiri bertemu beliau dan mengabarkan beliau tentang hal tersebut. Beliau bertanya, "Apakah engkau yang melakukan itu wahai Salamah?" Aku menjawab, "Ya, aku lah yang melakukan itu wahai Rasulullah -ia mengucapkannya dua kali-, aku sekarang pasrah dengan keputusan Allah, maka putuskanlah hukum padaku sesuai yang Allah wahyukan padamu." Beliau bersabda, "Merdekakanlah raqabah (satu budak)!" Aku berkata, "Demi Dzat yang mengutusmu dengan hak, sungguh aku tidak memiliki raqabah (maksudnya: leher) selain yang aku punya sekarang ini." Sembari aku memukul pelan bagian samping leherku. Beliau bersabda, "Berpuasalah dua bulan berturut-turut!" Ia berkata, "Tidaklah aku ditimpa perkara ini kecuali karena masalah puasa." Beliau bersabda, "Kalau begitu, berikanlah satu wasaq (60 sha') kurma yang dibagikan kepada enam puluh fakir miskin!" Aku berkata, "Demi Dzat yang mengutusmu dengan hak, sungguh kami sering bermalam dalam keadaan khawatir tidak memiliki makanan apapun." Beliau lalu bersabda, "Pergilah ke pemilik sedekah dari Bani Zuraiq, agar mereka menyerahkannya kepadamu. Lalu bagikanlah pada enam puluh fakir miskin sebanyak satu wasaq kurma, dan makanlah engkau dan keluargamu dari apa yang tersisa darinya." Setelah itu aku pun kembali ke kaumku dan berkata kepada mereka, "Sungguh aku hanya memperoleh penderitaan dan buruknya pandangan dari kalian, dan memperoleh kelapangan dari Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, dan beliau telah memerintahkanku untuk mengambil sedekah kalian."
Diriwayatkan oleh Ibnu Mājah - Diriwayatkan oleh Tirmiżi - Diriwayatkan oleh Abu Daud - Diriwayatkan oleh Ahmad - Diriwayatkan oleh DārimiDerajatHadis hasan
Penjelasan

Sahabat Salamah bin Ṣakhr -raḍiyallāhu 'anhu- ingin menahan diri dari menggauli istrinya di bulan Ramadan karena kedahsyatan syahwatnya, lalu dia pun melakukan zihar kepada istrinya karena khawatir akan terus-menerus menyetubuhinya hingga terbit fajar sedang dia masih melakukannya. Akan tetapi pada suatu malam ia melihat pada diri istrinya sesuatu yang mendorong dirinya menjimaknya, sehingga ia pun menjimaknya malam itu. Setelahnya ia pun merasa khawatir dengan akibat maksiat yang dilakukannya ini. Lantas dia menyuruh kaumnya untuk pergi bersamanya kepada Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- dan menanyakan hukum masalah tersebut serta meminta maaf kepada beliau. Ternyata mereka menolak pergi bersamanya. Lantas ia pun pergi sendirian dan mengajukan masalah itu kepada Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-. Beliau bersabda kepadanya, "Engkaukah yang melakukannya dan mengerjakannya?" Ia menjawab dengan, "Ya." Selanjutnya Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- memberitahukan hukum Allah dalam masalah ini, yaitu hendaknya dia memerdekakan seorang budak. Jika tidak menemukannya, hendaknya puasa dua bulan berturut-turut. Jika dia tidak mampu, hendaknya dia memberi makan enam puluh orang miskin. Salamah lalu memberitahu beliau tentang kelemahan kondisinya dan kemiskinannya serta dirinya tidak memiliki budak sahaya dan makanan. Lantas Nabi -'alaihiṣṣalātu wassalām- memerintahkannya untuk mengambil sedekah kaumnya sendiri (Bani Zuraiq) agar mereka menyerahkan sedekah kurma kepadanya untuk dijadikan kafarat ziharnya, lalu sisanya untuk memberi makan keluarganya dan orang-orang yang berada di bawah tanggungannya.

Rujukan

سنن أبي داود - سليمان بن الأشعث السِّجِسْتاني تحقيق: محمد محيي الدين عبد الحميد: المكتبة العصرية، صيدا - بيروت سنن الترمذي - محمد بن عيسى ، الترمذي، تحقيق وتعليق:أحمد محمد شاكر ومحمد فؤاد عبد الباقي وإبراهيم عطوة عوض -شركة مكتبة ومطبعة مصطفى البابي الحلبي – مصر الطبعة: الثانية، 1395 هـ - 1975 م سنن ابن ماجه :ابن ماجه أبو عبد الله محمد بن يزيد القزويني، تحقيق: محمد فؤاد عبد الباقي- دار إحياء الكتب العربية - فيصل عيسى البابي الحلبي مسند الإمام أحمد بن حنبل المحقق: شعيب الأرنؤوط - عادل مرشد، وآخرون إشراف: د عبد الله بن عبد المحسن التركي مؤسسة الرسالة الطبعة: الأولى، 1421 هـ - 2001 م عون المعبود شرح سنن أبي داود، ومعه حاشية ابن القيم، للعظيم آبادي. دار الكتب العلمية – بيروت. الطبعة: الثانية، 1415 هـ مسند الدارمي المعروف بـ (سنن الدارمي) عبد الله بن عبد الرحمن بن الفضل الدارمي، التميمي تحقيق: حسين سليم أسد الداراني - دار المغني للنشر والتوزيع، المملكة العربية السعودية الطبعة: الأولى، 1412 هـ - 2000 م. صحيح أبي داود – الأم -محمد ناصر الدين، الألباني، مؤسسة غراس للنشر والتوزيع، الكويت الطبعة: الأولى، 1423 هـ - 2002 م منحة العلام في شرح بلوغ المرام:تأليف عبد الله الفوزان-طبعة دار ابن الجوزي-الطبعة الأولى 1428 توضيح الأحكام شرح بلوغ المرام:تأليف عبد الله البسام- مكتبة الأسدي –مكة المكرمة –الطبعة: الخامِسَة، 1423 هـ - 2003 م تسهيل الإلمام بفقه الأحاديث من بلوغ المرام:تأليف الشيخ صالح الفوزان- عناية عبد السلام السليمان - مؤسسة الرسالة الطبعة الأولى فتح ذي الجلال والإكرام بشرح بلوغ المرام للشيخ ابن عثيمين- المكتبة الإسلامية القاهرة- تحقيق صبحي رمضان وأم إسراء بيومي- الطبعة الأولى 1427 البدرُ التمام شرح بلوغ المرام/ الحسين بن محمد بن سعيد ، المعروف بالمَغرِبي - المحقق: علي بن عبد الله الزبن: دار هجر الطبعة: الأولى- 1414 هـ - 1994 م بلوغ المرام من أدلة الأحكام، لابن حجر، دار القبس للنشر والتوزيع، الرياض - المملكة العربية السعودية، الطبعة: الأولى، 1435 هـ - 2014 م.

Hadis ini di HadeethEnc.com

Setiap hadis, derajat, penjelasan, dan faedah di sini ditampilkan persis sebagaimana diterbitkan HadeethEnc.com, menurut ketentuan penerbitan ulangnya. Derajat itu tidak menyebut siapa yang menilainya. Terjemahan dan penjelasan adalah karya para penyusunnya, dan sebagian menyebutkan hukum; para peninjau Sabīl belum memeriksanya. Hadis berbahasa Arablah teksnya. Sumber: HadeethEnc.com