Langsung ke konten
Sahih al-Bukhari

No. 7490

No. 7490Kitab 97, no. 116
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ، عَنْ هُشَيْمٍ، عَنْ أَبِي بِشْرٍ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ ـ رضى الله عنهما ـ ‏{‏وَلاَ تَجْهَرْ بِصَلاَتِكَ وَلاَ تُخَافِتْ بِهَا‏}‏ قَالَ أُنْزِلَتْ وَرَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم مُتَوَارٍ بِمَكَّةَ، فَكَانَ إِذَا رَفَعَ صَوْتَهُ سَمِعَ الْمُشْرِكُونَ فَسَبُّوا الْقُرْآنَ وَمَنْ أَنْزَلَهُ وَمَنْ جَاءَ بِهِ‏.‏ وَقَالَ اللَّهُ تَعَالَى ‏{‏وَلاَ تَجْهَرْ بِصَلاَتِكَ وَلاَ تُخَافِتْ بِهَا‏}‏ لاَ تَجْهَرْ بِصَلاَتِكَ حَتَّى يَسْمَعَ الْمُشْرِكُونَ، وَلاَ تُخَافِتْ بِهَا عَنْ أَصْحَابِكَ فَلاَ تُسْمِعُهُمْ ‏{‏وَابْتَغِ بَيْنَ ذَلِكَ سَبِيلاً‏}‏ أَسْمِعْهُمْ وَلاَ تَجْهَرْ حَتَّى يَأْخُذُوا عَنْكَ الْقُرْآنَ‏.‏
Telah menceritakan kepada kami [Musaddad] dari [Husyaim] dari [Abu Bisyr] dari [Sa'id bin Jubair] dari [Ibn Abbas] mengenai ayat: '(Dan janganlah engkau mengeraskan bacaan shalatmu dan jangan pula engkau merendahkan bacaannya) ' (Qs. Al Isra': 110), ayat ini diturunkan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam secara berturut-turut di Makkah. Ketika itu, jika beliau mengencangkan bacaannya, maka kaum musyrikin mendengarnya hingga mereka mencela Al Qur'an secara habis-habisan, juga mencela yang menurunkannya dan yang membawanya. Maka Allah menurunkan: '(Jangan kamu mengeraskan bacaan shalatmu dan jangan pula merendahkannya) ' (Qs. Al Isra': 110). Jangan kamu mengeraskan bacaanmu maksudnya hingga terdengar oleh orang-orang musyrik, dan jangan pula kamu merendahkannya, maksudnya sehingga tidak terdengar oleh kawan-kawanmu. Dan carilah jalan tengah di antara keduanya, maksudnya bacalah sehingga terdengar oleh kawanmu namun jangan pula kamu membaca terlalu keras hingga musuh mencela Al Qur'an akibat bacaanmu

Sumbernya tidak mencatat derajat untuk riwayat ini.

Di bawah setiap riwayat terdapat terjemahan dari dataset itu sendiri, ditampilkan apa adanya. Terjemahan itu tidak menyebut nama penerjemah, hak atasnya belum diverifikasi, dan belum ada yang mencocokkannya dengan teks Arab; sebagian riwayat tidak memiliki terjemahan. Teks Arablah yang menjadi teksnya.

Kitab 97 · Oneness, Uniqueness of Allah (Tawheed)

Teks Arab, penomoran, nama kitab dan derajatnya ditampilkan persis seperti yang tercantum dalam sebuah dataset terbuka (hadith-api). Sabīl belum memverifikasi ketepatannya maupun hak atasnya, dan tinjauan ulamanya belum dimulai. Sampai saat itu, cocokkan sebuah riwayat dengan edisi cetak sebelum mengandalkannya.