No. 5227Kitab 43, no. 455
حَدَّثَنَا سَلَمَةُ بْنُ شَبِيبٍ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ، عَنْ قَتَادَةَ، أَوْ غَيْرِهِ أَنَّ عِمْرَانَ بْنَ حُصَيْنٍ، قَالَ كُنَّا نَقُولُ فِي الْجَاهِلِيَّةِ أَنْعَمَ اللَّهُ بِكَ عَيْنًا وَأَنْعِمْ صَبَاحًا فَلَمَّا كَانَ الإِسْلاَمُ نُهِينَا عَنْ ذَلِكَ . قَالَ عَبْدُ الرَّزَّاقِ قَالَ مَعْمَرٌ يُكْرَهُ أَنْ يَقُولَ الرَّجُلُ أَنْعَمَ اللَّهُ بِكَ عَيْنًا وَلاَ بَأْسَ أَنْ يَقُولَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَيْنَكَ .
Telah menceritakan kepada kami [Salamah bin Syabib] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abdurrazaq] berkata, telah mengabarkan kepada kami [Ma'mar] dari [Qatadah] atau selainnya, bahwa [Imran bin Hushain] berkata, "Pada masa Jahilliyah kami biasa mengucapkan 'Kiranya Allah menjadikan kedua matamu memandang sejuk terhadap siapa saja yang engkau cintai atau 'Kiranya pagi ini engkau peroleh kebahagiaan'. Setelah Islam datang, kami dilarang dari kesemua ucapan ini." Abdurrazaq berkata, "Ma'mar mengatakan, "Dimakruhkan seseorang mengatakan 'Kiranya Allah menjadikan kedua matamu memandang sejuk terhadap siapa saja yang engkau cintai', namun tidak salah jika ia mengatakan 'Kiranya Allah mengugerahkan nikmat terhadap kedua matamu
Derajat dalam sumber
- Daif IsnaadAl-Albani
- Daif IsnaadMuhammad Muhyi Al-Din Abdul Hamid
- DaifZubair Ali Zai