Al-An'aam
Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.
Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22
قُلْ سِيرُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ ثُمَّ ٱنظُرُوا۟ كَيْفَ كَانَ عَـٰقِبَةُ ٱلْمُكَذِّبِينَ 11
{11} Basi ikiwa una shaka au mnasitasita; "Tembeeni katika dunia, kisha mtazame vipi ulikuwa mwisho wa wanaokadhibisha." Hamtapata isipokuwa kaumu walioangamizwa, na umma walioadhibiwa vikali wakawa magofu, ambao maskani yao yamekuwa ukiwa, na makazi hayo yakakosa kila mwenye kushukia hapo kwa ajili ya starehe. Aliwaangamiza Mfalme, Mwenye kufanya atakalo, na habari yao ikawa mazingatio kwa wenye kuona. Na kutembea huku ambako kuliamrishwa ni kutembea kwa nyoyo na miili ambako yanatokana nako mazingatio. Na ama kuangalia tu bila ya kuzingatia, basi hilo halifaidi kitu.