Al-Waaqia
Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.
Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22
لَا يَسْمَعُونَ فِيهَا لَغْوًا وَلَا تَأْثِيمًا 25 إِلَّا قِيلًا سَلَـٰمًا سَلَـٰمًا 26
{25-26} "Humo hawatasikia porojo wala maneno ya dhambi" kwa mwenye kuyazungumza. "Isipokuwa maneno ya Salama, Salama." Hii ni kwa sababu hiyo ni nyumba ya walio wazuri, na wala hakiwi humo isipokuwa kila kilicho kizuri tu, na huu ni ushahidi wa tabia njema za wakazi wa Peponi katika mazungumzo yao baina yao, na kwamba ni maneno yaliyo bora zaidi, ya kufurahisha zaidi mioyo, na yaliyo salama kabisa kutokana na maneno ya upuuzi na dhambi.