Al-Maaida
Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.
Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22
وَمَا لَنَا لَا نُؤْمِنُ بِٱللَّهِ وَمَا جَآءَنَا مِنَ ٱلْحَقِّ وَنَطْمَعُ أَن يُدْخِلَنَا رَبُّنَا مَعَ ٱلْقَوْمِ ٱلصَّـٰلِحِينَ 84
{84} Na ni kana kwamba walilaumiwa kwa Imani yao na kuiharakisha, kwa hivyo wakasema; "Na kwa nini tusimwamini Mwenyezi Mungu na haki iliyotujia, na hali tunatumai Mola wetu Mlezi atuingize pamoja na kaumu ya walio wema?" Yaani, ni nini kinachotuzuia kumwamini Mwenyezi Mungu? Na hali ni kwamba imetujia haki kutoka kwa Mola wetu Mlezi ambayo haikubali shaka wala kusitasita, na sisi tukiamini na tukaifuata haki, tunataraji kwamba Mwenyezi Mungu atatuingiza Peponi pamoja na kaumu walio wema. Basi ni kizuizi gani kitatuzuia? Je, hilo si sababu ya kukimbilia na kuifuata imani na kutobaki nyuma yake?