Al-Maaida
Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.
Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22
قَدْ سَأَلَهَا قَوْمٌ مِّن قَبْلِكُمْ ثُمَّ أَصْبَحُوا۟ بِهَا كَـٰفِرِينَ 102
{102} Na kuuliza huku ambako mlikatazwa, "Hakika, walikwisha yauliza kaumu ya kabla yenu;" yaani, aina yake na kufanana kwake kuuliza kwa ukaidi, sio kutafuta kuelekezwa. Na yalipobainishwa kwao na yakawajia, "kisha wakawa wenye kuyakufuru." Kama alivyosema Nabii -rehema na Amani zimshukie - katika hadithi sahihi; “Niliyowakataza juu yake, basi jiepushe nayo. Na niliyowaamrisha, basi fanyeni kwayo kama muwezavyo. Kwa maana, waliangamizwa wale waliokuwa kabla yenu kwa sababu ya maswali yao mengi na kutofautiana kwao juu ya Manabii wao.”