Faatir
Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.
Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22
وَأَقْسَمُوا۟ بِٱللَّهِ جَهْدَ أَيْمَـٰنِهِمْ لَئِن جَآءَهُمْ نَذِيرٌ لَّيَكُونُنَّ أَهْدَىٰ مِنْ إِحْدَى ٱلْأُمَمِ ۖ فَلَمَّا جَآءَهُمْ نَذِيرٌ مَّا زَادَهُمْ إِلَّا نُفُورًا 42
{42} Yaani, hawa waliokadhibisha, ewe Mtume wa Mwenyezi Mungu, waliapa kwa viapo vikali kwamba "akiwajia mwonyaji, bila ya shaka watakuwa waongofu zaidi kuliko taifa jingine lolote." Yaani, kuliko watu wa Kitabu kama vile Mayahudi na Wakristo, lakini hawakutimiza viapo hivyo na ahadi zao. "Lakini alipowajia mwonyaji," hawakuongoka wala hawakuwa waongofu zaidi kuliko taifa jingine lolote. Bali waliendelea katika upotofu waliokuwa nao, tena "hakuwazidishia ila kuikimbia hiyo Haki" kwa kuvuka mipaka na kufanya ukaidi.