Al-Ahzaab
Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.
Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22
مَّا كَانَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ مِنْ حَرَجٍ فِيمَا فَرَضَ ٱللَّهُ لَهُۥ ۖ سُنَّةَ ٱللَّهِ فِى ٱلَّذِينَ خَلَوْا۟ مِن قَبْلُ ۚ وَكَانَ أَمْرُ ٱللَّهِ قَدَرًا مَّقْدُورًا 38
{38} Haya ni kuzuia kashfa za wale waliomkashifu Mtume – rehema na amani za Mwenyezi Mungu ziwe juu yake – kuhusu kuoa kwake wake wengi, na kwamba ni kumkashifu kwa kisichofaa kuwa kashfa. Akasema, "Hapana ubaya kwa Nabii kufanya aliyomhalalishia Mwenyezi Mungu," kwani aliruhusiwa hili na Mwenyezi Mungu kama vile alivyowaruhusu Manabii waliokuwa kabla yake. Na ndiyo maana akasema, "Huo ndio mwendo wa Mwenyezi Mungu kwa wale waliopita zamani. Na amri ya Mwenyezi Mungu ni mipango iliyokwisha pangwa;" na ni lazima itokee.