An-Naml
Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.
Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22
وَصَدَّهَا مَا كَانَت تَّعْبُدُ مِن دُونِ ٱللَّهِ ۖ إِنَّهَا كَانَتْ مِن قَوْمٍ كَـٰفِرِينَ 43
{43} Mwenyezi Mungu Mtukufu alisema; "Na yale aliyokuwa akiyaabudu badala ya Mwenyezi Mungu yalimzuilia." Yaani, kuingia katika Uislamu, au vinginevyo; ana akili nzuri na utambuzi ambayo kwayo anaweza kujua haki na batili, lakini itikadi potofu huondoa ufahamu wa moyo. "Hakika yeye (Malkia) alikuwa katika kaumu ya makafiri," na akaendelea kuwa katika dini yao. Na mtu anapokuwa mmoja tu katika watu wa dini fulani na itikadi fulani inayoendelea, katika jambo ambalo anaona kwamba wamepotea na kukosea, ni nadra sana. Kwa hivyo, ndiyo maana si jambo geni kwake kuendelea kubakia kwa ukafiri.