An-Nahl
Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.
Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22
وَأَقْسَمُوا۟ بِٱللَّهِ جَهْدَ أَيْمَـٰنِهِمْ ۙ لَا يَبْعَثُ ٱللَّهُ مَن يَمُوتُ ۚ بَلَىٰ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا وَلَـٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ 38
{38} Anajulisha Yeye Mtukufu juu ya washirikina wanaomkadhibisha Mtume wake kwamba "waliapa kwa Mwenyezi Mungu ukomo wa viapo vyao" juu ya kumkadhibisha Mwenyezi Mungu, na wakaapa kwamba Mwenyezi Mungu hatawafufua wafu, wala hawezi kuwahuisha baada ya kuwa mavumbi. Yeye Mtukufu alisema akiwakadhibisha, "Kwani!" Atawafufua na kuwakusanya katika Siku ambayo haina shaka yoyote juu yake. "Ni ahadi iliyo juu yake kikweli." Hataivunja wala kuibadilisha, "lakini wengi wa watu hawajui." Na katika ujinga wao mkubwa ni kukataa kwao ufufuo na malipo.