Hud
Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.
Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22
إِنَّ إِبْرَٰهِيمَ لَحَلِيمٌ أَوَّٰهٌ مُّنِيبٌ 75
{75} "Hakika Ibrahim alikuwa mvumilivu sana;" yaani, mwenye tabia [nzuri], ana moyo mkunjufu, na kutokasirika juu ya ujinga wa wajinga, "mwenye huzuni kubwa." Yaani, mwenye kumwomba mwenyezi Mungu kwa unyenyekevu katika kila wakati, "mwepesi wa kurejea kwa Mwenyezi Mungu." Yaani, mwenye kurudi sana kwa Mwenyezi Mungu kwa kumjua, na kumpenda, na kumwelekea yeye tu, na kujitenga na asiyekuwa yeye. Na ndiyo maana akawa anajadiliana kuhusu wale ambao Mwenyezi Mungu alikuwa amekwisha pitisha kwamba waangamizwe.