Al-Anbiyaa
Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.
Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22
وَوَهَبْنَا لَهُۥٓ إِسْحَـٰقَ وَيَعْقُوبَ نَافِلَةً ۖ وَكُلًّا جَعَلْنَا صَـٰلِحِينَ 72
(72) После того как Ибрахим расстался со своим народом, Всевышний Аллах ода- рил его сыном Исхаком и внуком Йакубом. Примечательно, что его дети ро- дились, когда он достиг преклонных лет, а его жена считалась бесплодной. И, несмотря на это, ангелы принесли ему благую весть о скором рождении сына Исхака. Впоследствии у Исхака родился сын Йакуб, которого прозва- ли Исраилом, и он впоследствие стал прародителем великой нации. Другим сыном Ибрахима был Исмаил, который также стал прародителем великого арабского народа. Именно этот народ породил господина всех людей — Бла- гословенного Пророка Мухаммада.