At-Tawba
Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.
Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22
يَحْذَرُ ٱلْمُنَـٰفِقُونَ أَن تُنَزَّلَ عَلَيْهِمْ سُورَةٌ تُنَبِّئُهُم بِمَا فِى قُلُوبِهِمْ ۚ قُلِ ٱسْتَهْزِءُوٓا۟ إِنَّ ٱللَّهَ مُخْرِجٌ مَّا تَحْذَرُونَ 64
(64) Surat yang mulia ini dulunya dinamakan al-Fadhihah karena ia membongkar rahasia orang-orang munafik dan membuka kedok mereka. Allah berfirman, "Di antara mereka, di antara me-reka…" dan menjelaskan sifat-sifat mereka. Hanya saja Dia tidak menyebut perindividu mereka karena dua faidah: Pertama: Allah Maha Menutupi, Dia menyukai menutup aib hambaNya. Kedua: Bahwa celaannya ditujukan kepada siapa saja yang memiliki sifat tersebut, baik dari kalangan orang-orang munafik di mana Firman Allah pertama kali tertuju kepadanya dan juga kepada selain mereka sampai Hari Kiamat. Maka menyebut sifat (tanpa pelakunya) lebih umum dan lebih sesuai agar mereka benar-benar takut. Allah تعالى berfirman, ﴾ لَّئِن لَّمۡ يَنتَهِ ٱلۡمُنَٰفِقُونَ وَٱلَّذِينَ فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٞ وَٱلۡمُرۡجِفُونَ فِي ٱلۡمَدِينَةِ لَنُغۡرِيَنَّكَ بِهِمۡ ثُمَّ لَا يُجَاوِرُونَكَ فِيهَآ إِلَّا قَلِيلٗا 60 مَّلۡعُونِينَۖ أَيۡنَمَا ثُقِفُوٓاْ أُخِذُواْ وَقُتِّلُواْ تَقۡتِيلٗا 61 ﴿ "Sesungguhnya jika tidak berhenti orang-orang munafik, orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya dan orang-orang yang menyebarkan kabar bohong di Madinah (dari menyakitimu), niscaya Kami perintahkan kamu (untuk memerangi) mereka, kemudian mereka tidak menjadi tetang-gamu (di Madinah) melainkan dalam waktu yang sebentar, dalam keadaan terlaknat. Di mana saja mereka dijumpai, mereka ditangkap dan dibunuh dengan sehebat-hebatnya." (Al-Ahzab: 60-61). Dia berfirman di sini, ﴾ يَحۡذَرُ ٱلۡمُنَٰفِقُونَ أَن تُنَزَّلَ عَلَيۡهِمۡ سُورَةٞ تُنَبِّئُهُم بِمَا فِي قُلُوبِهِمۡۚ ﴿ "Orang-orang yang munafik itu takut akan diturunkan terhadap mereka sesuatu surat yang menerangkan apa yang tersembunyi dalam hati mereka." Yakni yang memberitakan dan membuka kedok serta menjelaskan rahasia-rahasia mereka sehingga ia menjadi terbuka bagi hamba-hamba Allah dan menjadi pelajaran bagi orang yang mengambil pelajaran. ﴾ قُلِ ٱسۡتَهۡزِءُوٓاْ ﴿ "Katakanlah kepada mereka, 'Teruskanlah ejekan-ejekanmu (terhadap Allah dan RasulNya)'." Yakni lanjutkan ejekanmu dan hinaanmu yang kamu lakukan. ﴾ إِنَّ ٱللَّهَ مُخۡرِجٞ مَّا تَحۡذَرُونَ ﴿ "Sesung-guhnya Allah akan menyatakan apa yang kamu takuti itu." Allah تعالى telah memenuhi janjiNya. Dia menurunkan surat yang menjelaskan keadaan mereka dan membongkar aib mereka serta membuka kedok mereka.