At-Taariq
Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.
Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22
إِنَّهُۥ عَلَىٰ رَجْعِهِۦ لَقَادِرٌ 8 يَوْمَ تُبْلَى ٱلسَّرَآئِرُ 9 فَمَا لَهُۥ مِن قُوَّةٍ وَلَا نَاصِرٍ 10
(8-10) Dzat yang menciptakan manusia dari air yang me-mancar yang keluar dari tempat yang sulit, tentu mampu untuk mengembalikannya ke akhirat dan untuk membangkitkan, me-ngumpulkan, dan memberi balasan. Ada yang menafsirkan bahwa maknanya adalah, sesungguhnya Allah سبحانه وتعالى kuasa untuk mengem-balikan air mani yang terpancar ke dalam tulang sulbi kembali. Meski secara makna benar, tapi bukan seperti itu maksud ayat ini. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman setelahnya, ﴾ يَوۡمَ تُبۡلَى ٱلسَّرَآئِرُ ﴿ "Pada hari di-nampakkan segala rahasia," yaitu rahasia-rahasia dada ditampakkan dan segala kebaikan dan keburukan yang ada di hati terlihat pada rona muka. Seperti difirmankan Allah سبحانه وتعالى, ﴾ يَوۡمَ تَبۡيَضُّ وُجُوهٞ وَتَسۡوَدُّ وُجُوهٞۚ ﴿ "Pada hari wajah-wajah memutih dan wajah-wajah menghitam." (Ali Imran: 106). Di dalam dunia, banyak hal yang bisa disembunyikan yang tidak nampak oleh mata manusia, tapi di Hari Kiamat, kebaikan orang-orang baik dan dosa orang-orang yang berdosa pasti nampak. Semua hal menjadi terang dan jelas. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ فَمَا لَهُۥ مِن قُوَّةٖ ﴿ "Maka sekali-kali tidak ada bagi manusia itu suatu kekuatan pun," yakni dari dirinya yang bisa menangkal, ﴾ وَلَا نَاصِرٖ ﴿ "dan tidak (pula) seorang penolong" dari luar yang menolongnya. Ini adalah sumpah terhadap orang-orang yang berbuat pada saat mereka melakukannya dan pada saat mereka diberi balasan.