Al-Anfaal
Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.
Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22
وَإِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ ءَايَـٰتُنَا قَالُوا۟ قَدْ سَمِعْنَا لَوْ نَشَآءُ لَقُلْنَا مِثْلَ هَـٰذَآ ۙ إِنْ هَـٰذَآ إِلَّآ أَسَـٰطِيرُ ٱلْأَوَّلِينَ 31
(31) Allah berfirman menjelaskan kebengalan orang-orang yang mendustakan Rasulullah ﷺ, ﴾ وَإِذَا تُتۡلَىٰ عَلَيۡهِمۡ ءَايَٰتُنَا ﴿ "Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami", yang menunjukkan kebe-naran apa yang dibawa oleh Rasulullah,﴾ قَالُواْ قَدۡ سَمِعۡنَا لَوۡ نَشَآءُ لَقُلۡنَا مِثۡلَ هَٰذَآ إِنۡ هَٰذَآ إِلَّآ أَسَٰطِيرُ ٱلۡأَوَّلِينَ ﴿ "mereka berkata, 'Sesungguhnya kami telah men-dengar (ayat-ayat yang seperti ini), kalau kami menghendaki niscaya kami dapat membacakan yang seperti ini, (al-Qur`an) ini tidak lain hanyalah dongengan-dongengan orang-orang purbakala'." Ini termasuk penging-karan dan kezhaliman mereka, padahal sebenarnya Allah telah menantang mereka untuk menghadirkan satu surat yang seperti-nya dan memanggil siapa pun yang mampu selain Allah, namun mereka tidak mampu untuk itu, dan ketidakmampuan mereka ter-bukti. Ucapan yang diucapkan oleh orang ini hanyalah klaim kosong yang didustakan oleh realita. Telah diketahui bahwa Nabi ﷺ adalah Ummi, tidak membaca, tidak menulis, tidak pula bepergian untuk mempelajari berita-berita orang-orang terdahulu, lalu beliau hadir dengan Kitab yang mulia ini yang tidak ada kebatilan yang datang di depannya dan tidak pula dari belakangnya, yang turun dari Yang Mahabijak lagi Maha Terpuji.