Al-Muzzammil
Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.
Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22
إِنَّ هَـٰذِهِۦ تَذْكِرَةٌ ۖ فَمَن شَآءَ ٱتَّخَذَ إِلَىٰ رَبِّهِۦ سَبِيلًا 19
(19) Maksudnya, sesungguhnya nasihat yang diberitahukan Allah سبحانه وتعالى tentang keadaan-keadaan Hari Kiamat serta huru-haranya ini adalah sebagai peringatan yang mengingatkan orang-orang bertakwa serta sebagai peringatan bagi orang-orang yang beriman, ﴾ فَمَن شَآءَ ٱتَّخَذَ إِلَىٰ رَبِّهِۦ سَبِيلًا ﴿ "maka barangsiapa yang menghendaki, niscaya ia menempuh jalan (yang menyampaikannya) kepada Rabbnya," yakni, sebagai jalan yang menghubungkan padaNya dengan cara meng-ikuti syariatNya, karena Allah سبحانه وتعالى telah menjelaskan syariatNya secara jelas. Dalam hal ini terdapat dalil bahwa Allah telah membuat manusia mampu melakukan perbuatan-perbuatan mereka, tidak seperti yang dikatakan oleh Jabriyah yang menyatakan bahwa per-buatan manusia berlaku di luar kehendak mereka. Hal ini berten-tangan dengan dalil naqli dan dalil aqli.