Langsung ke konten
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-A'raaf
Surah 7

Al-A'raaf

Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.

Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22

Ayat 153

وَٱلَّذِينَ عَمِلُوا۟ ٱلسَّيِّـَٔاتِ ثُمَّ تَابُوا۟ مِنۢ بَعْدِهَا وَءَامَنُوٓا۟ إِنَّ رَبَّكَ مِنۢ بَعْدِهَا لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ 153

(153) Mereka telah mendapatkan murka dari Allah, di mana Dia memerintahkan mereka membunuh diri mereka, dan bahwa Allah tidak meridhai mereka kecuali dengan itu. Lalu sebagian dari mereka membunuh sebagian yang lain dan pembunuhan tersebut memakan korban yang banyak, kemudian Allah mengampuni me-reka setelah itu. Oleh karena itu Allah menyebutkan hukum secara umum, di mana mereka dan selain mereka masuk ke dalamnya. ﴾ وَٱلَّذِينَ عَمِلُواْ ٱلسَّيِّـَٔاتِ ﴿ "Orang-orang yang mengerjakan kejahatan", baik dosa syirik, dosa besar, dan dosa kecil, ﴾ ثُمَّ تَابُواْ مِنۢ بَعۡدِهَا ﴿ "kemudian bertau-bat sesudah itu." Yakni mereka menyesalinya, meninggalkannya, dan bertekad tidak kembali mengulangnya ﴾ وَءَامَنُوٓاْ ﴿ "dan beriman", kepada Allah dan kepada apa yang Allah wajibkan untuk diimani, dan iman tidak sempurna kecuali dengan amalan hati dan amalan anggota badan yang merupakan tuntutan iman, ﴾ إِنَّ رَبَّكَ مِنۢ بَعۡدِهَا ﴿ "se-sungguhnya Rabbmu, sesudah taubat yang disertai dengan iman itu." Yakni setelah keadaan ini keadaan taubat dari kejahatan dan kem-bali kepada ketaatan, ﴾ لَغَفُورٞ ﴿ "adalah Maha Pengampun", mengam-puni keburukan dan menghapusnya meskipun ia sepenuh jagad, ﴾ رَّحِيمٞ ﴿ "lagi Maha Penyayang," dengan menerima taubat dan mem-beri taufik untuk dapat beramal shalih dan menerimanya.