Langsung ke konten
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-Qalam
Surah 68

Al-Qalam

Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.

Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22

Ayat 26–27

فَلَمَّا رَأَوْهَا قَالُوٓا۟ إِنَّا لَضَآلُّونَ 26 بَلْ نَحْنُ مَحْرُومُونَ 27

(26-27) ﴾ فَلَمَّا رَأَوۡهَا ﴿ "Tatkala mereka melihat kebun itu," dalam kondisi seperti yang disebutkan Allah سبحانه وتعالى seperti malam yang gelap, ﴾ قَالُوٓاْ ﴿ "mereka berkata," karena bingung dan resah, ﴾ إِنَّا لَضَآلُّونَ ﴿ "Sesung-guhnya kita benar-benar orang-orang yang sesat (jalan)," bingung tidak mengetahui kebunnya, sepertinya kebun yang lain. Ketika mereka telah memastikan kebunnya telah hangus, mereka kembali berpikir seraya berkata, ﴾ نَحۡنُ مَحۡرُومُونَ ﴿ "Bahkan kita dihalangi (dari memperoleh hasilnya)," yakni hasil panen kebun ini. Pada waktu itu mereka baru menyadari bahwa itu adalah hukuman.