Al-Mulk
Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.
Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22
أَمَّنْ هَـٰذَا ٱلَّذِى يَرْزُقُكُمْ إِنْ أَمْسَكَ رِزْقَهُۥ ۚ بَل لَّجُّوا۟ فِى عُتُوٍّ وَنُفُورٍ 21
(21) ﴾ أَمَّنۡ هَٰذَا ٱلَّذِي يَرۡزُقُكُمۡ إِنۡ أَمۡسَكَ رِزۡقَهُۥۚ ﴿ "Atau siapakah dia ini yang memberi kamu rizki jika Allah menahan rizkiNya?" Maksudnya, semua rizki berasal dari Allah سبحانه وتعالى. Jika Allah سبحانه وتعالى menahan rizki dari kalian, siapa gerangan yang bisa memberikannya pada kalian? Manusia tidak mampu memberi rizki pada dirinya sendiri, lantas bagai-mana bisa memberikannya pada orang lain? Yang Maha Memberi Rizki dan Memberi Nikmat itulah yang berhak untuk disembah, bukan lainNya. Namun orang-orang kafir ﴾ لَّجُّواْ فِي عُتُوّٖ ﴿ "terus-mene-rus dalam kesombongan," kekerasan hati, dan tidak tunduk pada kebenaran, ﴾ وَنُفُورٍ ﴿ "dan menjauhkan diri," lari dari kebenaran.