Al-An'aam
Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.
Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22
وَمِنَ ٱلْإِبِلِ ٱثْنَيْنِ وَمِنَ ٱلْبَقَرِ ٱثْنَيْنِ ۗ قُلْ ءَآلذَّكَرَيْنِ حَرَّمَ أَمِ ٱلْأُنثَيَيْنِ أَمَّا ٱشْتَمَلَتْ عَلَيْهِ أَرْحَامُ ٱلْأُنثَيَيْنِ ۖ أَمْ كُنتُمْ شُهَدَآءَ إِذْ وَصَّىٰكُمُ ٱللَّهُ بِهَـٰذَا ۚ فَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ ٱفْتَرَىٰ عَلَى ٱللَّهِ كَذِبًا لِّيُضِلَّ ٱلنَّاسَ بِغَيْرِ عِلْمٍ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلظَّـٰلِمِينَ 144
(144) Kemudian Allah menjelaskan tentang unta dan sapi dengan penjelasan yang sama. Manakala Allah menjelaskan keba-tilan dan kerusakan ucapan mereka, maka Allah berfirman kepada mereka dengan perkataan yang membuat mereka tidak mampu lolos dari konsekuensinya kecuali hanya dengan mengikuti syari-at, ﴾ أَمۡ كُنتُمۡ شُهَدَآءَ إِذۡ وَصَّىٰكُمُ ٱللَّهُ ﴿ "Apakah kamu menyaksikan di waktu Allah menetapkan ini bagimu?" Maksudnya, yang tersisa padamu hanyalah sekedar klaim di mana kamu tidak mampu membukti-kan kebenarannya. Yaitu hendaknya kamu berkata, "Sesungguhnya Allah menetapkan itu kepada kami dan mewahyukan sebagaima-na Dia mewahyukan kepada rasul-rasulNya, bahkan Allah mewah-yukan kepada kami dengan wahyu yang menyelisihi wahyu para Rasul dan yang disampaikan oleh kitab-kitab." Ini adalah kedustaan yang diketahui oleh semua orang. Oleh karena itu Allah berfirman, ﴾ فَمَنۡ أَظۡلَمُ مِمَّنِ ٱفۡتَرَىٰ عَلَى ٱللَّهِ كَذِبٗا لِّيُضِلَّ ٱلنَّاسَ بِغَيۡرِ عِلۡمٍۚ ﴿ "Maka siapakah yang lebih zhalim daripada orang-orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah untuk menyesatkan manusia tanpa pengetahuan?" Maksudnya, ditam-bah dengan kedustaan dan kebohongannya atas nama Allah dengan maksud menyesatkan hamba-hamba Allah dari jalan Allah tanpa bukti, argumen, akal dan dalil. ﴾ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهۡدِي ٱلۡقَوۡمَ ٱلظَّٰلِمِينَ ﴿ "Sesung-guhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zhalim," yang tidak memiliki kemauan selain menzhalimi, berlaku sewenang-wenang dan berdusta atas Nama Allah.