Al-Waaqia
Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.
Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22
لَا يَسْمَعُونَ فِيهَا لَغْوًا وَلَا تَأْثِيمًا 25 إِلَّا قِيلًا سَلَـٰمًا سَلَـٰمًا 26
(25-26) ﴾ لَا يَسۡمَعُونَ فِيهَا لَغۡوٗا وَلَا تَأۡثِيمًا ﴿ "Mereka tidak mendengar di da-lamnya perkataan yang sia-sia dan tidak pula perkataan yang menimbul-kan dosa," maksudnya, bahwa di dalam surga yang penuh kenik-matan itu mereka tidak akan mendengar perkataan yang sia-sia, tidak mendengar ucapan yang tidak memiliki faidah dan tidak juga mendengar percakapan yang menimbulkan dosa, ﴾ إِلَّا قِيلٗا سَلَٰمٗا سَلَٰمٗا ﴿ "akan tetapi mereka hanya mendengar ucapan salam," maksudnya, mereka hanya akan mendengar perkataan baik. Yang demikian itu karena surga adalah tempat orang-orang baik, dan tidak ada pada-nya melainkan segala sesuatu yang baik. Hal ini menunjukkan bahwa para penghuni surga memiliki adab yang baik dalam per-cakapan mereka, dan bahwa yang mereka ucapkan adalah perkata-an terbaik dan yang paling membahagiakan bagi hati serta paling selamat dari segala kesia-siaan dan dosa. Kita memohon kepada Allah akan karunia (surga)Nya.