Al-Qamar
Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.
Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22
أَكُفَّارُكُمْ خَيْرٌ مِّنْ أُو۟لَـٰٓئِكُمْ أَمْ لَكُم بَرَآءَةٌ فِى ٱلزُّبُرِ 43
(43) Maksud dari pemaparan kisah-kisah ini adalah sebagai peringatan bagi manusia dan orang-orang yang mendustakan Nabi Muhammad a, dan karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ أَكُفَّارُكُمۡ خَيۡرٞ مِّنۡ أُوْلَٰٓئِكُمۡ ﴿ "Apakah orang-orang kafirmu (hai kaum musyrikin) lebih baik dari mereka itu," artinya, apakah mereka yang mendustakan Rasul terbaik lebih baik dari orang-orang yang mendustakan rasul-rasul sebelumnya yang dibinasakan Allah سبحانه وتعالى dan ditimpa berbagai azab itu? Jika orang-orang kafir Makkah lebih baik dari mereka, maka mereka memiliki kemungkinan untuk bisa selamat dari azab dan tidak akan tertimpa siksaan yang menimpa orang-orang buruk sebelum mereka. Namun tidak demikian halnya, orang-orang kafir Makkah tidak lebih buruk dari mereka dan tidak pula lebih baik dari me-reka. ﴾ أَمۡ لَكُم بَرَآءَةٞ فِي ٱلزُّبُرِ ﴿ "Atau apakah kamu telah mempunyai jaminan kebebasan (dari azab) dalam kitab-kitab yang dahulu?" Artinya, apakah Allah سبحانه وتعالى memberikan kalian janji dalam kitab-kitab yang diturun-kan pada para nabi sebelumnya, kalian pada saat itu mengadakan perjanjian bahwa kalian akan selamat berdasarkan pemberitahuan dan janji Allah سبحانه وتعالى? Tidak demikian halnya, bahkan mustahil secara akal dan syariat jika mereka mendapatkan jaminan bebas azab yang tertulis dalam kitab-kitab samawi yang mencakup keadilan dan hikmah. Bukanlah termasuk hikmah jika orang-orang seperti itu yang menentang dan mendustakan rasul terbaik dan paling mulia di sisi Allah سبحانه وتعالى itu mendapatkan keselamatan.