Langsung ke konten
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-Maaida
Surah 5

Al-Maaida

Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.

Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22

Ayat 17

لَّقَدْ كَفَرَ ٱلَّذِينَ قَالُوٓا۟ إِنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلْمَسِيحُ ٱبْنُ مَرْيَمَ ۚ قُلْ فَمَن يَمْلِكُ مِنَ ٱللَّهِ شَيْـًٔا إِنْ أَرَادَ أَن يُهْلِكَ ٱلْمَسِيحَ ٱبْنَ مَرْيَمَ وَأُمَّهُۥ وَمَن فِى ٱلْأَرْضِ جَمِيعًا ۗ وَلِلَّهِ مُلْكُ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا ۚ يَخْلُقُ مَا يَشَآءُ ۚ وَٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ 17

(17) Manakala Allah menyebutkan pengambilan janji atas orang-orang Yahudi dan Nasrani dan bahwa mereka tidak menu-naikannya, justru mereka melanggarnya, maka Allah menyebut-kan perkataan mereka yang buruk. Allah menyebutkan perkataan orang-orang Nasrani, perkataan yang tidak diucapkan oleh siapa pun selain mereka yaitu, bahwa Allah adalah al-Masih bin Maryam, dengan alasan karena dia dilahirkan tanpa bapak, maka mereka meyakini padanya dengan keyakinan yang batil ini, padahal Hawa sama dengannya, dia diciptakan tanpa ibu, bahkan Adam, dia lebih luar biasa, karena dia diciptakan tanpa bapak dan ibu. Mengapa mereka tidak menyematkan gelar ketuhanan kepada keduanya seperti yang mereka lakukan kepada al-Masih? Ini menunjukkan bahwa ucapan mereka itu hanyalah sekedar mengikuti hawa naf-su tanpa bukti dan argumen. Maka Allah membantah mereka dengan dalil aqli (logika) yang jelas. Maka FirmanNya,﴾ قُلۡ فَمَن يَمۡلِكُ مِنَ ٱللَّهِ شَيۡـًٔا إِنۡ أَرَادَ أَن يُهۡلِكَ ٱلۡمَسِيحَ ٱبۡنَ مَرۡيَمَ وَأُمَّهُۥ وَمَن فِي ٱلۡأَرۡضِ جَمِيعٗاۗ ﴿ "Katakanlah, 'Maka siapakah gerangan yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membi-nasakan al-Masih putra Maryam beserta ibunya dan seluruh orang-orang yang berada di bumi semuanya?'" Jika orang-orang yang disebutkan dalam ayat ini tidak memiliki kemampuan untuk melindungi diri seandainya Allah hendak membinasakan mereka, maka hal itu menunjukkan kebatilan ketuhanan orang yang tidak mampu meno-lak kebinasaan dan tidak memiliki kekuatan untuk menyelamatkan diri darinya. Di antara bukti-bukti lain adalah, bahwa ﴾ لِّلَّهِ ﴿ "kepunyaan Allah," semata ﴾ مُلۡكُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ ﴿ "kerajaan langit dan bumi." Dia mengatur mereka dengan hukum alam, hukum syar'i dan hukum-an balasan. Mereka adalah para makhluk yang dimiliki oleh Allah yang diatur. Apakah layak seorang hamba, makhluk yang miskin menjadi Tuhan Yang Mahakaya dari segala segi? Ini adalah kemus-tahilan paling besar. Dan tidak ada bukti dari kekaguman mereka dari penciptaan al-Masih putra Maryam tanpa bapak, karena Allah ﴾ يَخۡلُقُ مَا يَشَآءُۚ ﴿ "menciptakan apa yang dikehendakiNya." Jika Dia berke-hendak, maka Dia menciptakan dari bapak dan ibu seperti manusia pada umumnya, jika Dia berkehendak, maka dari bapak tanpa ibu seperti Hawa, dan jika Dia berkehendak, maka dari ibu tanpa ba-pak seperti Isa, serta jika Dia berkehendak, maka tanpa bapak dan ibu seperti Adam. Allah menciptakan makhlukNya bermacam-macam dengan kehendakNya yang pasti terlaksana yang tiada sesuatu pun yang menghalang-halanginya. Oleh karena itu Dia berfirman,﴾ وَٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٞ ﴿ "Dan Allah Maha Berkuasa atas segala sesuatu."