Langsung ke konten
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-Maaida
Surah 5

Al-Maaida

Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.

Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22

Ayat 101

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَسْـَٔلُوا۟ عَنْ أَشْيَآءَ إِن تُبْدَ لَكُمْ تَسُؤْكُمْ وَإِن تَسْـَٔلُوا۟ عَنْهَا حِينَ يُنَزَّلُ ٱلْقُرْءَانُ تُبْدَ لَكُمْ عَفَا ٱللَّهُ عَنْهَا ۗ وَٱللَّهُ غَفُورٌ حَلِيمٌ 101

(101) Allah melarang hamba-hambaNya yang beriman bertanya tentang perkara-perkara yang jika dijelaskan justru membawa keburukan dan kesedihan bagi mereka. Hal itu seperti pertanyaan sebagian kaum Muslimin kepada Rasulullah ﷺ tentang bapak-bapak mereka dan tentang keadaan mereka di surga atau di neraka.[59] Hal seperti ini seandainya dijelaskan kepada penanya tidak akan mendatangkan kebaikan. Juga seperti pertanyaan tentang perkara-perkara yang tidak terjadi, dan pertanyaan yang berakibat diturunkannya hukum-hukum yang berat dalam syariat yang menyusahkan umat. Juga seperti pertanyaan tentang sesuatu yang tidak berguna. Pertanyaan-pertanyaan ini dan yang semacamnya adalah dilarang. Adapun pertanyaan yang tidak berakibat apa pun dari yang telah disebutkan, maka ia diperintahkan. Sebagaimana Firman Allah, ﴾ فَسۡـَٔلُوٓاْ أَهۡلَ ٱلذِّكۡرِ إِن كُنتُمۡ لَا تَعۡلَمُونَ 7 ﴿ "Maka tanyakanlah olehmu kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui." (Al-Anbiya`: 7). ﴾ وَإِن تَسۡـَٔلُواْ عَنۡهَا حِينَ يُنَزَّلُ ٱلۡقُرۡءَانُ تُبۡدَ لَكُمۡ ﴿ "Dan jika kamu menanyakan di waktu al-Qur`an itu sedang diturunkan, niscaya akan diterangkan kepa-damu." Maksudnya, jika pertanyaanmu itu pas pada momennya, ketika al-Qur`an diturunkan kepadamu, dan kamu bertanya tentang ayat yang musykil atau hukum yang samar bagimu pada waktu di mana turunnya wahyu dari langit adalah sesuatu yang memungkinkan, ﴾ تُبۡدَ لَكُمۡ ﴿ "niscaya akan diterangkan kepadamu"; dije-laskan dan dipaparkan kepadamu. Maka diamlah terhadap masalah yang Allah diam padanya. ﴾ عَفَا ٱللَّهُ عَنۡهَاۗ ﴿ "Allah memaafkan (kamu) tentang hal-hal itu." Mak-sudnya, Allah diam karena memberi maaf kepada hamba-hamba-Nya, jadi semua yang Allah diamkan adalah termasuk yang Dia bolehkan dan maafkan. ﴾ وَٱللَّهُ غَفُورٌ حَلِيمٞ ﴿ "Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyan-tun," selalu memberi ampunan, dikenal dengan kebaikan dan ke-bijaksanaanNya. Carilah ampunan dan kebaikanNya. Mohonlah rahmat dan ridhaNya.