Langsung ke konten
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Muhammad
Surah 47

Muhammad

Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.

Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22

Ayat 38

هَـٰٓأَنتُمْ هَـٰٓؤُلَآءِ تُدْعَوْنَ لِتُنفِقُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ فَمِنكُم مَّن يَبْخَلُ ۖ وَمَن يَبْخَلْ فَإِنَّمَا يَبْخَلُ عَن نَّفْسِهِۦ ۚ وَٱللَّهُ ٱلْغَنِىُّ وَأَنتُمُ ٱلْفُقَرَآءُ ۚ وَإِن تَتَوَلَّوْا۟ يَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ ثُمَّ لَا يَكُونُوٓا۟ أَمْثَـٰلَكُم 38

(38) Dalil bahwa Allah سبحانه وتعالى, seandainya menuntut dan me-minta harta kalian berkali-kali, pasti kalian tidak akan memberi, adalah bahwa kalian ﴾ تُدۡعَوۡنَ لِتُنفِقُواْ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ ﴿ "diajak untuk menafkah-kan (hartamu) pada jalan Allah," dalam bentuk tadi yang di situlah terdapat kebaikan kalian, baik duniawi maupun ukhrawi,﴾ فَمِنكُم مَّن يَبۡخَلُۖ ﴿ "maka di antara kamu ada orang yang kikir." Artinya, bagaimana seandainya Allah سبحانه وتعالى meminta dan menuntut harta kalian di luar hal yang menurut kalian tidak terdapat maslahatnya secara langsung, bukankah hal itu lebih membuatkan kalian untuk tidak memberi-kan harta? Selanjutnya Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَمَن يَبۡخَلۡ فَإِنَّمَا يَبۡخَلُ عَن نَّفۡسِهِۦۚ ﴿ "Dan siapa yang kikir, sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sen-diri." Karena itu artinya dia mencegah dirinya sendiri untuk men-dapatkan pahala dari Allah سبحانه وتعالى dan dengan demikian ia kehilangan kebaikan yang banyak. Ia tidak berinfak pun sama sekali tidak membahayakan Allah سبحانه وتعالى, karena sesungguhnya Allah سبحانه وتعالى ﴾ ٱلۡغَنِيُّ وَأَنتُمُ ٱلۡفُقَرَآءُۚ ﴿ "Mahakaya sedangkan kamulah orang-orang yang membutuhkan-(Nya)," yakni memerlukanNya di seluruh waktu dan dalam berba-gai urusan kalian. ﴾ وَإِن تَتَوَلَّوۡاْ ﴿ "Dan jika kamu berpaling," dari iman kepada Allah سبحانه وتعالى dan menunaikan perintahNya, ﴾ يَسۡتَبۡدِلۡ قَوۡمًا غَيۡرَكُمۡ ثُمَّ لَا يَكُونُوٓاْ أَمۡثَٰلَكُم ﴿ "nis-caya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan seperti kamu (ini)." Artinya, tidak seperti kalian yang ber-paling, tapi kaum ini menaati Allah سبحانه وتعالى dan RasulNya serta men-cintai Allah سبحانه وتعالى dan RasulNya sebagaimana yang disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مَن يَرۡتَدَّ مِنكُمۡ عَن دِينِهِۦ فَسَوۡفَ يَأۡتِي ٱللَّهُ بِقَوۡمٖ يُحِبُّهُمۡ وَيُحِبُّونَهُۥٓ ﴿ "Hai orang-orang yang beriman! Barangsiapa yang murtad dari kalian dari agamanya, maka Allah akan mendatangkan suatu kaum yang dicintai (Allah) dan mereka mencintaiNya." (Al-Ma`idah: 54).

Selesai tafsir Surat al-Qital (Muhammad). Segala puji hanya bagi Allah semata, Rabb semesta alam. 9