Az-Zukhruf
Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.
Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22
وَلَمَّا جَآءَهُمُ ٱلْحَقُّ قَالُوا۟ هَـٰذَا سِحْرٌ وَإِنَّا بِهِۦ كَـٰفِرُونَ 30
(30) ﴾ وَلَمَّا جَآءَهُمُ ٱلۡحَقُّ ﴿ "Pada saat kebenaran datang pada mereka," yang mengharuskan orang berakal dan memiliki agama meski hanya sedikit untuk menerima dan tunduk padanya, ﴾ قَالُواْ هَٰذَا سِحۡرٞ وَإِنَّا بِهِۦ كَٰفِرُونَ ﴿ "mereka berkata, 'Ini adalah sihir dan sesungguhnya kami adalah orang-orang yang mengingkarinya'." Dan inilah salah satu bentuk penentangan dan keberatan terbesar mereka. Mereka tidak hanya berpaling dari kebenaran dan mengingkarinya. Mereka belum puas hingga menuduhnya secara keji. Mereka menganggapnya sebagai sihir batil yang hanya dibawa oleh makhluk paling keji dan paling pandai berdusta. Yang mendorong mereka melakukan hal itu adalah keangkuhan mereka yang melampaui batas karena berbagai nikmat yang diberikan oleh Allah سبحانه وتعالى kepada mereka dan nenek moyang mereka.