Langsung ke konten
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-Ghaafir
Surah 40

Al-Ghaafir

Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.

Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22

Ayat 8

رَبَّنَا وَأَدْخِلْهُمْ جَنَّـٰتِ عَدْنٍ ٱلَّتِى وَعَدتَّهُمْ وَمَن صَلَحَ مِنْ ءَابَآئِهِمْ وَأَزْوَٰجِهِمْ وَذُرِّيَّـٰتِهِمْ ۚ إِنَّكَ أَنتَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ 8

(8) ﴾ رَبَّنَا وَأَدۡخِلۡهُمۡ جَنَّٰتِ عَدۡنٍ ٱلَّتِي وَعَدتَّهُمۡ ﴿ "Ya Rabb kami, dan masuk-kanlah mereka ke dalam surga 'Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka" melalui lisan para rasulMu, ﴾ وَمَن صَلَحَ ﴿ "dan orang-orang shalih," maksudnya, orang yang shalih karena beriman dan beramal kebajikan, ﴾ مِنۡ ءَابَآئِهِمۡ وَأَزۡوَٰجِهِمۡ ﴿ "di antara bapak-bapak dan istri-istri mereka," maksudnya, istri-istri mereka, suami-suami mereka, para sahabat dan rekan-rekan mereka, ﴾ وَذُرِّيَّٰتِهِمۡۚ إِنَّكَ أَنتَ ٱلۡعَزِيزُ ﴿ "dan ketu-runan mereka semua. Sesungguhnya Engkaulah yang Mahaperkasa," Yang Mengalahkan segala sesuatu, maka dengan keperkasaanMu itulah Engkau mengampuni mereka dan mengangkat segala mara-bahaya dari mereka serta mengantarkan mereka dengannya kepada segala kebaikan, ﴾ ٱلۡحَكِيمُ ﴿ "lagi Mahabijaksana" Yang meletakkan segala sesuatu tepat pada tempat-tempatnya. Kami tidak memohon kepadaMu, wahai Rabb kami suatu perkara yang kebijakanMu menghendaki lain dari itu, melainkan dari kebijaksanaanMu yang telah Engkau beritakan melalui lisan para rasulMu dan menjadi tun-tutan karuniaMu, yaitu ampunan bagi orang-orang yang beriman.