Langsung ke konten
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-Ghaafir
Surah 40

Al-Ghaafir

Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.

Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22

Ayat 14

فَٱدْعُوا۟ ٱللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ ٱلْكَـٰفِرُونَ 14

(14) Oleh karena ayat-ayat (tanda-tanda) itu membuahkan kesadaran dan kesadaran menimbulkan keikhlasan kepada Allah, maka perintah untuk memurnikan kepatuhan kepadaNya didahu-lui dengan "fa" yang bermakna sababiyah (yang menunjukkan sebab akibat), seraya berfirman ﴾ فَٱدۡعُواْ ٱللَّهَ مُخۡلِصِينَ لَهُ ﴿ "Maka sembahlah Allah dengan memurnikan kepatuhan kepadaNya." Perintah ini mencakup doa ibadah dan doa mas`alah (permohonan). Ikhlash di sini artinya memurnikan niat hanya kepada Allah سبحانه وتعالى dalam seluruh bentuk ibadah yang wajib dan yang sunnah, hak-hak Allah dan hak-hak hamba-hambaNya. Maksudnya, ikhlaskanlah untuk Allah سبحانه وتعالى setiap apa yang kalian jadikan sebagai agama dan apa yang kalian jadi-kan sebagai taqarrub kepadaNya, ﴾ وَلَوۡ كَرِهَ ٱلۡكَٰفِرُونَ ﴿ "meskipun orang-orang kafir tidak menyukai" hal itu, jangan hiraukan mereka dan hal itu jangan sampai menghalangi kalian dari agama kalian, dan jangan sampai cacian orang yang mencaci membuat kalian diam, sebab orang-orang kafir itu memang selalu membenci ikhlash (tauhid) kepada Allah dengan sebenci-bencinya, seperti yang di-firmankan oleh Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَإِذَا ذُكِرَ ٱللَّهُ وَحۡدَهُ ٱشۡمَأَزَّتۡ قُلُوبُ ٱلَّذِينَ لَا يُؤۡمِنُونَ بِٱلۡأٓخِرَةِۖ وَإِذَا ذُكِرَ ٱلَّذِينَ مِن دُونِهِۦٓ إِذَا هُمۡ يَسۡتَبۡشِرُونَ 45 ﴿ "Dan apabila nama Allah saja yang disebut, kesallah hati orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat; dan apabila nama sembahan-sembahan selain Allah yang disebut, tiba-tiba mereka bergirang hati." (Az-Zumar: 45).