Langsung ke konten
Tafsir As-Saadi - Indonesian · An-Nisaa
Surah 4

An-Nisaa

Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.

Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22

Ayat 149

إِن تُبْدُوا۟ خَيْرًا أَوْ تُخْفُوهُ أَوْ تَعْفُوا۟ عَن سُوٓءٍ فَإِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَفُوًّا قَدِيرًا 149

(149) Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ إِن تُبۡدُواْ خَيۡرًا أَوۡ تُخۡفُوهُ ﴿ "Jika kamu menampakkan suatu kebaikan atau menyembunyikannya," ini mencakup segala kebaikan, perkataan, maupun perbuatan, lahir maupun batin dan berupa wajib maupun sunnah, ﴾ أَوۡ تَعۡفُواْ عَن سُوٓءٖ ﴿ "atau memaafkan suatu kesalahan (orang lain)," maksudnya, dari se-orang yang telah berbuat buruk pada tubuh, harta, dan kehormatan kalian, maka maafkanlah kesalahannya tersebut. Karena balasan itu sesuai dengan perbuatan. Barangsiapa yang memaafkan karena Allah, niscaya Allah akan memaafkannya, dan barangsiapa yang berbuat baik, niscaya Allah akan berbuat baik kepadanya. Karena itulah Allah berfirman, ﴾ فَإِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَفُوّٗا قَدِيرًا ﴿ "Maka sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Mahakuasa," maksudnya, Allah memaafkan segala ketergelinciran hamba-hambaNya dan dosa-dosa mereka yang besar. Allah menutup kekurangan mereka kemudian memper-lakukan mereka dengan maaf yang penuh yang bersumber dari kekuatanNya. Ayat ini mengandung arahan untuk mendalami makna nama-nama Allah dan sifat-sifatNya, dan bahwa penciptaan dan perintahNya itu berawal dari padanya, dan ia adalah tuntutannya, karena itulah ketetapan hukum-hukum tersebut dikaitkan dengan nama-nama Allah yang baik sebagaimana yang terjadi pada ayat ini. Tatkala Allah menyebutkan perbuatan baik dan memaafkan orang yang bersalah, Allah merangkaikan (FirmanNya) dengan mengarahkan kita untuk mengetahui nama-namaNya, dan bahwa hal itu akan mencukupi kita dari penyebutan pahalanya yang khusus.