Saad
Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.
Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22
وَوَهَبْنَا لِدَاوُۥدَ سُلَيْمَـٰنَ ۚ نِعْمَ ٱلْعَبْدُ ۖ إِنَّهُۥٓ أَوَّابٌ 30
(30) Setelah Allah سبحانه وتعالى memuji Nabi Dawud عليه السلام dan menje-laskan apa yang terjadi baginya dan darinya, Allah memuji putra beliau, yaitu Nabi Sulaiman عليه السلام, seraya berfirman, ﴾ وَوَهَبۡنَا لِدَاوُۥدَ سُلَيۡمَٰنَۚ ﴿ "Dan Kami karuniakan kepada Dawud, Sulaiman," maksudnya, Kami anugerahkan Nabi Sulaiman kepadanya dan Kami bahagiakan jiwanya dengannya, ﴾ نِعۡمَ ٱلۡعَبۡدُ ﴿ "sebaik-baik hamba" adalah Sulaiman عليه السلام, sebab dia mempunyai sifat-sifat yang pantas dipuji, y a i t u ﴾ إِنَّهُۥٓ أَوَّابٌ ﴿ "sesungguhnya dia amat taat," maksudnya, yang sangat kembali kepada Allah dalam seluruh keadaannya dengan menghambakan diri, berinabah, mencintai, berdzikir, berdoa, bertadharru' dan ber-sungguh-sungguh dalam mencari keridhaan Allah dan menguta-makannya atas segala sesuatu.