Saad
Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.
Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22
فَغَفَرْنَا لَهُۥ ذَٰلِكَ ۖ وَإِنَّ لَهُۥ عِندَنَا لَزُلْفَىٰ وَحُسْنَ مَـَٔابٍ 25
(25) ﴾ فَغَفَرۡنَا لَهُۥ ذَٰلِكَۖ ﴿ "Maka Kami ampuni baginya kesalahannya" yang terjadi darinya dan Allah memuliakannya dengan berbagai macam karamah. Allah berfirman, ﴾ وَإِنَّ لَهُۥ عِندَنَا لَزُلۡفَىٰ ﴿ "Dan sesungguhnya dia mem-punyai kedudukan dekat pada sisi Kami." Maksudnya, kedudukan tinggi dan kedekatan kepada Kami, ﴾ وَحُسۡنَ مَـَٔابٖ ﴿ "dan tempat kembali yang baik," yakni tempat berpulang yang baik. Dosa yang terjadi dari Nabi Dawud عليه السلام ini tidak dijelaskan oleh Allah, karena tidak ada faidahnya kalau dijelaskan. Siapa pun yang mencoba mem-bahasnya maka itu merupakan sikap memaksakan diri. Sedangkan yang mengandung faidah adalah apa yang telah Allah kisahkan kepada kita, yaitu kelembutan Allah padanya, menerima taubat dan inabahnya, dan kedudukannya yang makin tinggi. Dan setelah Nabi Dawud bertaubat, kedudukannya lebih baik dari sebelumnya.