Langsung ke konten
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Saba
Surah 34

Saba

Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.

Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22

Ayat 28

وَمَآ أَرْسَلْنَـٰكَ إِلَّا كَآفَّةً لِّلنَّاسِ بَشِيرًا وَنَذِيرًا وَلَـٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ 28

(28) Allah سبحانه وتعالى memberitakan bahwasanya tidaklah Dia meng-utus RasulNya, Muhammad a melainkan agar menyampaikan berita gembira kepada seluruh manusia tentang pahala dari Allah dan menyampaikan kepada mereka amal perbuatan yang dapat mengantarkan kepadanya dan memberi peringatan akan azab Allah, lalu mengabarkan tentang amal yang mengantarkan kepadanya. Jadi, kamu sama sekali tidak mempunyai campur tangan dalam urusan tersebut; dan semua yang diusulkan kepadamu oleh kaum yang mendustakan dan keras kepala bukanlah tugasmu. Itu semua ada di Tangan Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعۡلَمُونَ ﴿ "tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui," maksudnya, mereka sama sekali tidak mempunyai ilmu yang shahih, malah mereka sebenarnya adalah orang-orang bodoh atau orang-orang yang keras kepala yang tidak mau mengamalkan ilmunya, sehingga seakan-akan mereka tidak mempunyai ilmu. Dan di antara tanda mereka tidak mempunyai ilmu adalah Allah menjadikan mereka tidak memperoleh jawaban dari apa yang mereka minta (berupa usulan) kepada Rasul sebagai sesuatu yang mengharuskan mereka untuk menolak dakwahnya.