Langsung ke konten
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-Ahzaab
Surah 33

Al-Ahzaab

Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.

Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22

Ayat 24

لِّيَجْزِىَ ٱللَّهُ ٱلصَّـٰدِقِينَ بِصِدْقِهِمْ وَيُعَذِّبَ ٱلْمُنَـٰفِقِينَ إِن شَآءَ أَوْ يَتُوبَ عَلَيْهِمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَّحِيمًا 24

(24) ﴾ لِّيَجۡزِيَ ٱللَّهُ ٱلصَّٰدِقِينَ بِصِدۡقِهِمۡ ﴿ "Supaya Allah memberikan balasan kepada orang-orang yang benar itu karena kebenarannya" maksudnya, disebabkan kejujuran mereka dalam perkataan, berbagai kondisi dan muamalah mereka bersama Allah سبحانه وتعالى serta kesamaan lahir de-ngan batin mereka. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ قَالَ ٱللَّهُ هَٰذَا يَوۡمُ يَنفَعُ ٱلصَّٰدِقِينَ صِدۡقُهُمۡۚ لَهُمۡ جَنَّٰتٞ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدٗاۖ ﴿ "Ini adalah suatu hari yang bermanfaat bagi orang-orang yang benar kebenaran mereka. Mereka mendapatkan surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya." (Al-Ma`idah: 119). Maksudnya, Kami telah menetapkan berbagai cobaan, ujian dan goncangan ini adalah agar orang yang jujur bisa dibedakan dari orang yang dusta, sehingga orang-orang yang jujur diberi balasan disebabkan kejujuran mereka. ﴾ وَيُعَذِّبَ ٱلۡمُنَٰفِقِينَ ﴿ "Dan menyiksa orang-orang munafik," yang hati dan amal perbuatan mereka berubah saat terjadinya cobaan, dan mereka tidak menunaikan apa yang telah mereka janjikan kepada Allah. ﴾ إِن شَآءَ ﴿ "Jika dikehendakiNya" menyiksa mereka, yaitu dengan cara tidak menghendaki mereka mendapat petunjuk. Bahkan Allah سبحانه وتعالى sudah mengetahui bahwa mereka sama sekali tidak mengan-dung kebaikan, maka Allah tidak memberi mereka taufikNya,﴾ أَوۡ يَتُوبَ عَلَيۡهِمۡۚ ﴿ "atau menerima taubat mereka," dengan cara membimbing mereka bertaubat dan berinabah. Dan inilah yang sering terjadi bagi kemurahan dari Dzat Yang Maha Pemurah. Maka dari itu ayat ini ditutup dengan dua nama(Nya) yang mengandung makna magh-firah, karunia dan ihsan (kebaikan), seraya berfirman, ﴾ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ غَفُورٗا ﴿ "Sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun," mengampuni dosa-dosa orang-orang yang telah terlanjur melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, sekalipun mereka telah banyak melakukan kemaksiatan, selama mereka datang dengan bertaubat, ﴾ رَّحِيمٗا ﴿ "lagi Maha Penyayang," terhadap mereka, yang mana Dia telah membim-bing mereka kepada taubat, lalu menerima taubat dan menghapus dosa-dosa yang telah mereka lakukan.