Langsung ke konten
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Luqman
Surah 31

Luqman

Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.

Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22

Ayat 8–9

إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ لَهُمْ جَنَّـٰتُ ٱلنَّعِيمِ 8 خَـٰلِدِينَ فِيهَا ۖ وَعْدَ ٱللَّهِ حَقًّا ۚ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ 9

(8-9) Adapun berita gembira untuk para pelaku kebaikan, maka Allah berfirman, ﴾ إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shalih," mereka telah memadukan antara ibadah batin dengan beriman dan (ibadah) lahiriyah dengan Islam dan amal shalih, ﴾ لَهُمۡ جَنَّٰتُ ٱلنَّعِيمِ ﴿ "mereka men-dapatkan surga-surga yang penuh kenikmatan," sebagai berita gembira bagi mereka disebabkan (apa) yang telah mereka persiapkan, dan sebagai hidangan bagi mereka disebabkan amal yang telah mereka kerjakan. ﴾ خَٰلِدِينَ فِيهَاۖ ﴿ "Mereka kekal di dalamnya," maksudnya, di dalam surga-surga yang penuh kenikmatan, kenikmatan hati, jiwa, dan raga. ﴾ وَعۡدَ ٱللَّهِ حَقّٗاۚ ﴿ "Sebagai janji Allah yang benar," yang tidak mungkin diingkari, dirubah atau diganti. ﴾ وَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡحَكِيمُ ﴿ "Dan Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana," sempurna keperkasaanNya, pari-purna kebijaksanaanNya. Dari keperkasaan dan hikmahNya Dia memberikan taufikNya kepada orang yang dikehendakiNya, dan mengabaikan (orang yang Dia kehendaki) sesuai dengan tuntutan ilmu dan hikmahNya pada mereka.