Langsung ke konten
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Luqman
Surah 31

Luqman

Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.

Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22

Ayat 11

هَـٰذَا خَلْقُ ٱللَّهِ فَأَرُونِى مَاذَا خَلَقَ ٱلَّذِينَ مِن دُونِهِۦ ۚ بَلِ ٱلظَّـٰلِمُونَ فِى ضَلَـٰلٍ مُّبِينٍ 11

(11) ﴾ هَٰذَا ﴿ "Ini" maksudnya, penciptaan alam atas dan alam bawah, yang terdiri dari benda-benda padat, hewan dan dialirkan-nya rizki kepada mereka adalah, ﴾ خَلۡقُ ٱللَّهِ ﴿ "ciptaan Allah" semata, tiada sekutu bagiNya. Semua orang mengakui hal ini, sampai kalian sendiri, wahai kaum musyrikin, ﴾ فَأَرُونِي مَاذَا خَلَقَ ٱلَّذِينَ مِن دُونِهِۦۚ ﴿ "maka kalian perlihatkanlah kepadaku apa yang telah diciptakan oleh sembahan-sembahan(mu) selain Dia," maksudnya, orang-orang yang telah kalian jadikan sekutu bagiNya, yang kalian berdoa dan menyembah kepa-danya, semua itu mengharuskan kalau mereka mempunyai ciptaan seperti ciptaan Allah dan rizki sepeti rizkiNya. Kalau mereka mem-punyai sedikit saja dari hal itu maka perlihatkanlah kepadaku agar apa yang kalian klaim itu, yaitu keberhakan mereka untuk diibadahi (disembah) menjadi benar. Sebagaimana sudah dimaklumi bahwa mereka tidak akan sanggup memperlihatkannya sedikit pun dari ciptaan miliknya, karena seluruh yang disebutkan (sekutu-sekutu, berhala) telah mereka akui sebagai ciptaan Allah semata, dan di sana tidak ada sesuatu apa pun (tuhan) yang dikenal selain tuhan berhala itu. Maka dengan demikian terbuktilah kelemahan mereka untuk membuktikan bahwa berhala-berhala itu berhak disembah. Namun, sebenarnya peribadahan mereka kepada berhala-berhala tersebut tidaklah berdasarkan ilmu dan pemikiran yang mendalam, melainkan berdasarkan kejahilan dan kesesatan. Dan maka dari itu Allah berfirman, ﴾ بَلِ ٱلظَّٰلِمُونَ فِي ضَلَٰلٖ مُّبِينٖ ﴿ "Se-benarnya orang-orang yang zhalim itu berada di dalam kesesatan yang nyata." Maksudnya, (kesesatan) yang sangat jelas lagi terang, yang mana mereka menyembah apa-apa yang sama sekali tidak kuasa memberikan manfaat atau kemudaratan, mematikan atau meng-hidupkan atau menghidupkan kembali; mereka mengabaikan ke-tulusan kepada Sang Pencipta Yang Maha Pemberi rizki lagi Maha Pemilik segala sesuatu.