Langsung ke konten
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Ar-Room
Surah 30

Ar-Room

Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.

Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22

Ayat 41

ظَهَرَ ٱلْفَسَادُ فِى ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِى ٱلنَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ ٱلَّذِى عَمِلُوا۟ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ 41

(41) Maksudnya, menjadi jelas ﴾ ٱلۡفَسَادُ فِي ٱلۡبَرِّ وَٱلۡبَحۡرِ ﴿ "kerusakan di darat dan laut." Yaitu, rusaknya kehidupan mereka, berkurang dan terjadinya berbagai wabah penyakit padanya, dan juga pada diri mereka, berupa penyakit, wabah dan lain-lain. Itu semua di-sebabkan apa yang telah dilakukan oleh tangan mereka berupa pekerjaan-pekerjaan yang rusak dan merusak. Yang disebutkan ini ﴾ لِيُذِيقَهُم بَعۡضَ ٱلَّذِي عَمِلُواْ ﴿ "supaya Allah merasa-kan kepada mereka sebagian dari akibat perbuatan mereka." Maksudnya, agar mereka tahu bahwasanya Allah memberikan balasan atas amal perbuatan. Jadi, Allah menyegerakan contoh (terlebih dahulu) dari balasan amal perbuatan mereka di dunia, ﴾ لَعَلَّهُمۡ يَرۡجِعُونَ ﴿ "agar mereka kembali," dari perbuatan mereka yang telah menimbulkan kerusak-an bagi mereka sendiri, sehingga keadaan mereka menjadi baik, urusan mereka menjadi benar. Maka Mahasuci Tuhan yang telah memberikan nikmat dengan cobaanNya dan memberikan karunia dengan hukumanNya. Sebab, jika tidak, maka kalau Dia merasakan kepada mereka seluruh balasan (amal) yang mereka lakukan, tentu Dia tidak akan menyisakan satu binatang melata pun (manusia) di muka bumi ini.