Al-Ankaboot
Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.
Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22
وَوَصَّيْنَا ٱلْإِنسَـٰنَ بِوَٰلِدَيْهِ حُسْنًا ۖ وَإِن جَـٰهَدَاكَ لِتُشْرِكَ بِى مَا لَيْسَ لَكَ بِهِۦ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَآ ۚ إِلَىَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ 8
(8) Maksudnya, Kami telah memerintahkan dan memesan-kan kepada manusia untuk berbuat baik (ihsan) kepada kedua ibu-bapaknya. Yaitu dengan cara berbakti dan berbuat baik kepada mereka berdua dalam bentuk perkataan dan perbuatan, dan hen-daklah selalu menjaga hal itu dan tidak mendurhakai dan berbuat buruk terhadap keduanya, baik dengan perkataan ataupun per-buatan. ﴾ وَإِن جَٰهَدَاكَ ﴿ "Dan jika keduanya memaksamu" untuk memper-sekutukan, ﴾ بِي مَا لَيۡسَ لَكَ بِهِۦ عِلۡمٞ ﴿ "Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu," dan tidak ada seorang pun yang mem-punyai pengetahuan tentang kebenaran syirik kepada Allah. Ini menjelaskan betapa sangat seriusnya masalah syirik,﴾ فَلَا تُطِعۡهُمَآۚ إِلَيَّ مَرۡجِعُكُمۡ فَأُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ ﴿ "maka janganlah kamu mengikuti keduanya. Hanya kepadaKu-lah kembalimu, lalu Aku kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan," lalu Aku akan memberikan pembalasan ter-hadap kalian. Maka dari itu berbuat baiklah kepada kedua orang tua kalian, dan dahulukanlah ketaatan kepada mereka berdua (dari-pada ketaatan kepada selainnya) kecuali ketaatan kepada Allah dan RasulNya. Sebab, ketaatan kepada Allah dan RasulNya harus lebih didahulukan atas segala sesuatu.