Langsung ke konten
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-Ankaboot
Surah 29

Al-Ankaboot

Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.

Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22

Ayat 65–66

فَإِذَا رَكِبُوا۟ فِى ٱلْفُلْكِ دَعَوُا۟ ٱللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ فَلَمَّا نَجَّىٰهُمْ إِلَى ٱلْبَرِّ إِذَا هُمْ يُشْرِكُونَ 65 لِيَكْفُرُوا۟ بِمَآ ءَاتَيْنَـٰهُمْ وَلِيَتَمَتَّعُوا۟ ۖ فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ 66

(65-66) Kemudian Allah سبحانه وتعالى mengharuskan kaum musy-rikin dengan ketulusan mereka kepada Allah pada saat dalam ke-adaan sempit (kepepet) di waktu mereka mengarungi lautan dan menggunungnya gelombang, serta saat mereka sangat takut akan binasa (tenggelam), di mana mereka mengabaikan sesembahan-sesembahan mereka, dan mereka dengan tulus hanya berdoa ke-pada Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya. Lalu, tatkala suasana sempit itu tiada, –dan Allah telah menyelamatkan mereka ke da-ratan karena ketulusan doa mereka kepadaNya–, ternyata mereka mempersekutukan Allah lagi dengan sembahan-sembahan yang tidak dapat menyelamatkan mereka dari kesempitan, dan tidak pula dapat menghilangkan kesulitan dari mereka. Kenapa mereka tidak menuluskan doa kepada Allah سبحانه وتعالى dalam kondisi lapang dan sempit, mudah dan sulit agar mereka bisa benar-benar menjadi orang-orang Mukmin sejati, yang berhak mendapat pahala dari-Nya, diselamatkan dari azabNya. Akan tetapi, kesyirikan mereka tersebut adalah setelah Kami melimpahkan karunia kepada mereka, yaitu berupa keselamatan dari bahaya lautan agar kesudahannya adalah kufur terhadap apa yang telah Kami anugerahkan kepada mereka dan membalas nikmat dengan sikap buruk, serta agar mereka dapat sepenuhnya bersenang-senang di dunia ini, suatu kesenangan yang tak ubahnya seperti bersenang-senangnya hewan. Mereka tidak mempunyai visi selain perut dan kemaluan mereka. ﴾ فَسَوۡفَ يَعۡلَمُونَ ﴿ "Kelak mereka akan mengetahui" di saat mereka ber-pindah dari kehidupan dunia menuju kehidupan akhirat betapa dahsyatnya duka dan betapa pedihnya siksaan.