Langsung ke konten
Tafsir As-Saadi - Indonesian · An-Naml
Surah 27

An-Naml

Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.

Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22

Ayat 21

لَأُعَذِّبَنَّهُۥ عَذَابًا شَدِيدًا أَوْ لَأَا۟ذْبَحَنَّهُۥٓ أَوْ لَيَأْتِيَنِّى بِسُلْطَـٰنٍ مُّبِينٍ 21

(21) Maka saat itulah Sulaiman marah kepadanya dan mengancamnya seraya mengatakan, ﴾ لَأُعَذِّبَنَّهُۥ عَذَابٗا شَدِيدًا ﴿ "Sungguh aku benar-benar akan mengazabnya dengan keras," tidak untuk mem-bunuhnya. ﴾ أَوۡ لَأَاْذۡبَحَنَّهُۥٓ أَوۡ لَيَأۡتِيَنِّي بِسُلۡطَٰنٖ مُّبِينٖ ﴿ "Atau benar-benar aku akan menyembelihnya kecuali jika benar-benar dia datang kepadaku dengan alasan yang terang." Maksudnya, argumen yang jelas atas ketidak-hadirannya. Ini pun menunjukkan keutuhan sifat wara' (sikap ekstra hati-hati) dan keadilannya. Yaitu bahwa Sulaiman tidak akan ber-sumpah atas dasar hanya sekedar akan menghukumnya dengan siksaan atau dengan membunuhnya, karena hal ini tidak mungkin terjadi kecuali karena suatu dosa, sedangkan keabsenan (ketidak-hadirannya) bisa jadi karena suatu alasan yang jelas. Maka dari itu Sulaiman memberikan pengecualian disebabkan sifat wara' dan kecerdasan yang dimilikinya.